Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Dispar Kukar Dorong Optimalisasi Potensi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif - katanusantara.com

Dispar Kukar Dorong Optimalisasi Potensi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif

0
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berkomitmen mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal. Dengan potensi alam dan budaya yang beragam, pengelolaan yang efektif menjadi kunci utama.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pengelolaan desa wisata harus berbasis pada kekuatan lokal yang melibatkan peran aktif masyarakat.

“Desa wisata harus memiliki daya tarik unik, baik berupa wisata budaya, ekowisata, wisata alam, maupun wisata buatan. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana potensi ini dikelola oleh masyarakat setempat, terutama melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” ujarnya, Jumat (4/4/2025).

Sejak 2012, sebanyak 10 desa wisata telah ditetapkan di Kukar, termasuk Desa Kedang Ipil, Desa Pela, dan Desa Sangkuliman, yang kini menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kemudian ada juga Desa Loa Kulu, Long Anai, dan Batuah yang masuk dalam daftar desa wisata potensial,” tambahnya.

Meskipun begitu, Arianto mengakui masih banyak desa wisata yang menghadapi hambatan, terutama dalam pengelolaan fasilitas, promosi, dan penguatan infrastruktur, sehingga perlu adanya pendampingan berkelanjutan dari Dispar Kukar.

“Kami ingin memastikan desa wisata di Kukar benar-benar berkembang dan tidak hanya sekadar status. Karena itu, kami mendampingi mereka dalam hal promosi, pengelolaan fasilitas, hingga penciptaan paket wisata yang menarik bagi wisatawan,” tambah Arianto.

Beberapa destinasi baru pun mulai menarik perhatian, seperti Taman Gubang, Batu Goa Gelap, dan wisata lebah madu kelulut. Dukungan pemerintah daerah juga mencakup pemberian bantuan kepada pelaku usaha kuliner untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.

“Kami siap membantu dalam pendampingan dan mencari solusi bagi kendala yang ada. Tapi yang paling penting adalah keterlibatan aktif dari masyarakat setempat, karena mereka yang paling memahami potensi desanya,” jelasnya. (Adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *