Dispar Kukar Berencana Manfaatkan Jam Bentong untuk Ruang Seni dan Etalase Produk Kreatif

0
05 nov 26 (kanus) - news 2

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Akhmad Yamani. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mengoptimalkan pemanfaatan Jam Bentong sebagai ruang seni sekaligus etalase produk kreatif.

Rencana tersebut muncul setelah adanya diskusi dengan komunitas seni yang mengusulkan penyediaan tempat khusus untuk menampilkan karya dan aktivitas kreatif agar dapat dikunjungi masyarakat.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad Yamani, mengatakan gagasan itu dibahas bersama komunitas Serapo.

Dia pun menawarkan Jam Bentong sebagai salah satu lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung gagasan tersebut.

Namun, setelah komunitas melakukan peninjauan langsung, muncul sejumlah pertimbangan terkait kondisi bangunan dan konsep pemanfaatannya.

“Komunitas Serapo mereka memiliki ide untuk menampilkan tempat khusus sebagai art center, tempat seni yang bisa dikunjungi. Saya tawarkan tempat ini,” jelas dia, Kamis (5/11/2026).

Ia mengatakan, kondisi tata ruang Jam Bentong saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan konsep ruang seni yang diinginkan komunitas.

Bangunan tersebut memiliki bentuk seperti lorong dengan jalur keluar-masuk yang telah ditentukan.

Selain itu, kawasan tersebut sebelumnya memang dirancang untuk mendukung konsep museum digital.

Sementara itu, konsep yang ditawarkan komunitas Serapo membutuhkan ruang lebih terbuka agar aktivitas seni dan pameran karya dapat berlangsung secara leluasa.

Perbedaan kebutuhan tersebut membuat munculnya usulan untuk mengubah tata letak bangunan secara menyeluruh.

Namun, perubahan besar terhadap desain yang ada belum dapat dilakukan. Awang Ivan menjelaskan, pekerjaan pembenahan Jam Bentong masih berada dalam ranah Dinas PU dan hasil pekerjaannya belum diserahterimakan kepada Dispar Kukar.

“Sementara konsep mereka (komunitas) lebih terbuka. Mereka ingin mengubah total layout-nya. Kalau mengubah total layout dari kondisi sekarang, agak sulit karena ini masih ranahnya PU. Pekerjaan dari PU belum saya terima, sehingga kami belum berani mengubah total layout-nya,” ungkapnya.

Meski begitu, Dispar Kukar tetap membuka peluang untuk menghadirkan ruang seni dan tempat promosi produk kreatif di lokasi lain.

Salah satu alternatif yang sempat dibahas adalah menyiapkan art space atau area khusus di kawasan Arbizz.

Area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat memajang berbagai produk kreatif sehingga memiliki ruang promosi yang lebih representatif.

Keberadaan etalase produk juga berpotensi membantu pelaku ekonomi kreatif memperkenalkan hasil karya kepada pengunjung.

“Namun, itu juga membutuhkan anggaran lagi untuk membangun tempat,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *