Pemkab Kukar Targetkan Waterboom Pulau Kumala Rampung 2027

0
04 nov 26 (kanus) - news 2

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pembenahan Waterboom Pulau Kumala dapat diselesaikan sehingga fasilitas wisata tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat pada libur Lebaran 2027.

Namun, pelaksanaan pekerjaan masih menunggu penandatanganan kontrak dengan pihak pemenang lelang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengungkapkan bahwa proses lelang pekerjaan Waterboom Pulau Kumala telah selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan.

Anggaran sebesar Rp2,5 miliar juga telah disiapkan untuk mendukung pengerjaan tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini kontrak pekerjaan belum ditandatangani. Kondisi tersebut membuat tahapan pelaksanaan fisik belum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Rendi menyayangkan belum dimulainya pekerjaan, mengingat pemerintah daerah sebelumnya menargetkan Waterboom Pulau Kumala sudah dapat beroperasi pada momentum libur Lebaran 2027.

Ia memastikan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan perangkat daerah terkait.

“Agar proses administrasi segera diselesaikan dan pekerjaan dapat dilanjutkan,” kata dia, Rabu (4/11/2026).

Menurut Rendi, pembenahan Waterboom tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah dilelang.

Pemerintah juga menemukan persoalan teknis pada fasilitas tersebut ketika dilakukan pengecekan kembali.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah kebocoran halus yang terjadi di sejumlah bagian dengan jangkauan cukup luas.

Meskipun kebocorannya tidak terlihat besar pada satu titik, kondisi tersebut berdampak terhadap keseluruhan fasilitas.

Temuan itu menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses pembenahan agar persoalan teknis tidak kembali menghambat pemanfaatan Waterboom setelah pekerjaan selesai.

Terkait kemungkinan penambahan anggaran pada tahun berikutnya, Rendi menyebutkan bahwa kebutuhan tersebut pada dasarnya masih terbuka.

Namun, pemerintah perlu terlebih dahulu memastikan anggaran yang sudah tersedia saat ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Ia menilai penambahan anggaran belum menjadi hal utama selama alokasi Rp2,5 miliar yang telah disiapkan dan dilelang tersebut belum masuk tahap pelaksanaan kontrak.

Selain penyelesaian fisik, Pemkab Kukar juga perlu menyiapkan pola pengelolaan Waterboom setelah fasilitas itu kembali beroperasi.

Rendi menjelaskan bahwa pengelolaan objek wisata tersebut dapat dilakukan melalui perusahaan daerah (Perusda).

Alternatif lainnya, pengelolaan dapat diserahkan kepada pihak pengelola Pulau Kumala atau melalui skema penyewaan kepada pihak lain.

Dengan beberapa pilihan tersebut, pemerintah memiliki ruang untuk menentukan pola pengelolaan yang sesuai agar fasilitas wisata dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Rendi berharap persoalan administrasi dan teknis yang masih tersisa dapat segera dituntaskan. Dengan demikian, target pemanfaatan Waterboom Pulau Kumala pada libur Lebaran 2027 tetap dapat diupayakan.

“Harusnya, kemarin bersama Pak Bupati, libur Lebaran 2027 itu kita sudah bisa menikmati Waterboom. Nah, ini uangnya ada, sudah dilelang, tinggal kontrak. Kontraknya belum dibuatkan. Nanti saya follow up lagi ke teman-teman dinas,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *