Gedung Ekraf Dapat Dimanfaatkan Komunitas untuk Berkegiatan Secara Gratis

0
05 nov 26 (kanus) - news 3

Gedung Ekraf yang dikelola Dispar Kukar. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dapat dimanfaatkan berbagai komunitas untuk melaksanakan kegiatan secara gratis.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang bagi komunitas untuk berkumpul, beraktivitas, berkolaborasi, hingga mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa gedung tersebut memang dirancang sebagai ruang aktivitas bersama bagi komunitas.

Pemerintah daerah ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif memiliki tempat yang dapat digunakan untuk mengembangkan ide dan kegiatan tanpa terbebani biaya penggunaan gedung.

Meski demikian, fasilitas gratis tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas komunitas, bukan berarti seluruh kegiatan yang menghasilkan keuntungan harus digratiskan.

Komunitas tetap diperbolehkan memanfaatkan gedung untuk kegiatan bisnis atau kerja sama antarpelaku usaha (business to business/B2B).

Menurut Zikri, aktivitas yang memiliki unsur ekonomi perlu tetap berjalan agar ekosistem ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Konsep pengelolaan gedung ekraf sendiri, gedungnya memang untuk komunitas beraktivitas. Semua komunitas bisa beraktivitas dan melakukan kegiatan di sana secara gratis,” jelasnya, Kamis (5/11/2026).

Ia menegaskan, ketika komunitas ingin menyelenggarakan kegiatan bisnis yang mendatangkan keuntungan, hal tersebut tetap diperbolehkan.

“Pada saat komunitas itu ingin melakukan kegiatan yang memiliki unsur ekonomi, silakan. Kalau semuanya gratis, ekosistemnya tidak akan terbangun,” tegas Zikri.

Di sisi lain, optimalisasi gedung tersebut masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

Salah satu persoalan yang disorot adalah kebutuhan kelistrikan, termasuk kabel yang dilaporkan hilang sebelum gedung diterima secara resmi oleh Dispar Kukar.

Zikri menjelaskan, kehilangan sejumlah barang terjadi ketika proses penyerahan atau masa transisi pengelolaan masih berlangsung.

Karena itu, ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung sebelum Dispar menerima tanggung jawab pengelolaan gedung.

Ia menilai persoalan kehilangan tersebut dapat menjadi bahan komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait, agar kebutuhan fasilitas gedung dapat memperoleh perhatian.

“Sebetulnya saya sekalian ingin menyampaikan bahwa kehilangan itu terjadi sebelum diterima oleh Dinas Pariwisata. Sebelum diterima oleh Dinas Pariwisata, masih dalam masa penyerahan atau transisi,” ungkapnya.

Selain persoalan kelistrikan, Dispar Kukar juga telah menyiapkan daftar kebutuhan barang untuk melengkapi berbagai ruang di gedung ekraf.

Peralatan tersebut diperlukan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas maupun pelaku ekonomi kreatif.

“Sebetulnya, daftar barang untuk mengisi ruang gedung ekraf tersebut sudah kami siapkan. Videotron itu seperti akses visual untuk menampilkan produk-produk. Secara visual memang luar biasa. Kalau kita mempunyai itu, tentu sangat bagus. Hanya saja, memang ada kendala,” katanya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dispar Kukar mulai membahas kemungkinan memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Zikri mengatakan, pembahasan mengenai bantuan kementerian juga berkaitan dengan kebutuhan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di tengah kondisi fiskal yang terbatas.

Pemerintah daerah berupaya mencari alternatif pembiayaan agar program pengembangan tetap dapat berjalan.

“Karena efisiensi, jadi kita berjalan pelan-pelan. Namun, tadi kita sudah berbicara dengan Plt. Kadispar. Dalam rapat juga dibahas bahwa kita ingin meminta skema lain. Kita meminta bantuan dari kementerian melalui Pak Bupati,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *