Rencana Revitalisasi Jam Bentong Jadi Museum Digital Masih Berproses

0
05 nov 26 (kanus) - news 1

Jam Bentong di bawah Jembatan Kutai Kartanegara. (Istimewa)

KATANUSANTARA.COM – Rencana revitalisasi Jam Bentong di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi museum digital masih berproses.

Meski pekerjaan rehabilitasi bangunan telah ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU), konsep utama museum digital yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual dengan tema-tema tertentu belum sepenuhnya direalisasikan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Akhmad Yamani menjelaskan bahwa gagasan mengubah Jam Bentong menjadi museum digital sebenarnya telah direncanakan sejak 2020.

Dalam konsep tersebut, bagian dalam bangunan akan dilengkapi video wall yang menampilkan berbagai tema melalui perangkat proyektor.

Pengunjung nantinya dapat menikmati tayangan visual yang disesuaikan dengan tema tertentu.

“Materi yang ditampilkan pun dapat berubah, sehingga Jam Bentong tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi atau informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbasis teknologi digital,” ucap Awang Ivan, Kamis (5/11/2026).

Ia menggambarkan, tema yang disajikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, ketika pengelola ingin menampilkan informasi mengenai laut, seluruh tayangan visual akan diarahkan pada tema tersebut.

“Jadi, pada saat kita masuk, temanya bisa berubah. Misalnya, saya bercerita tentang tema laut, setelah itu tema hutan. Seluruh video bisa kita atur sesuai dengan tema yang ingin ditampilkan,” ungkapnya.

Namun, sebelum konsep tersebut diwujudkan, pembenahan fisik bangunan menjadi salah satu tahapan yang perlu diselesaikan.

Awang Ivan menyebut pekerjaan yang ditangani Dinas PU saat ini telah selesai atau diperkirakan sudah rampung.

Sementara menunggu tahapan selanjutnya, pihaknya berupaya memanfaatkan kembali bangunan Jam Bentong agar tidak terbengkalai.

Ia mengungkapkan, kondisi Jam Bentong sempat mengalami penurunan fungsi setelah beberapa kali pembenahan pada periode 2021 hingga 2024.

Selain banyak barang yang hilang, bangunan tersebut juga sempat tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan hanya digunakan sebagai gudang.

“Kemarin, ketika dilakukan pembenahan pada 2021 sampai 2024, banyak barang yang hilang. Saya juga kehilangan dua-duanya. Kemudian, tempat ini hanya menjadi gudang,” tuturnya.

Ivan mengatakan, pihaknya sempat menghitung kebutuhan perbaikan, tetapi tidak tersedia anggaran khusus.

Karena itu, pembenahan dilakukan melalui gotong royong dan mendapat bantuan dari Dinas PU yang memiliki anggaran rehabilitasi setiap tahun.

“Kami membenahi dan memperbaiki bagian-bagian yang rusak, termasuk bagian yang cukup bocor. Walaupun masih ada yang bocor, AC-nya juga dipasang lagi yang baru,” katanya.

Dengan perbaikan tersebut, Jam Bentong kini sudah dapat difungsikan kembali. Penggunaan sementara ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali bangunan sembari menunggu kelanjutan rencana revitalisasi sebagai museum digital.

“Alhamdulillah, kami dibantu PU karena PU setiap tahun memang memiliki anggaran untuk rehabilitasi. Nah, sekarang tempat ini sudah bisa difungsikan,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *