Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Dispar Kukar Matangkan Revitalisasi Waduk Panji Sukarame, Libatkan Masyarakat Lokal - katanusantara.com

Dispar Kukar Matangkan Revitalisasi Waduk Panji Sukarame, Libatkan Masyarakat Lokal

0
Waduk Panji Sukarame (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) berkomitmen melakukan revitalisasi Waduk Panji Sukarame di Kecamatan Tenggarong. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa revitalisasi tidak sekadar berfokus pada perbaikan fisik, melainkan pada konsep jangka panjang yang matang dan berkelanjutan.

“Kami ingin konsep yang matang dan berdampak jangka panjang, bukan sekadar perbaikan fisik. Oleh karena itu, kami akan melibatkan tenaga ahli atau konsultan untuk membantu merancang konsep terbaik bagi waduk ini,” ujar Arianto, Jumat (4/4/2025).

Pengembangan yang direncanakan mencakup wisata alam, ekowisata, hingga pemanfaatan waduk sebagai venue berbagai acara formal. Konsep ekowisata menjadi pilihan utama karena mempertimbangkan karakteristik alami kawasan.

“Kami melihat potensi besar untuk menjadikan waduk ini sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata, sehingga dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah. Namun, tetap perlu kajian mendalam agar konsep yang diusung benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah,” tambahnya.

Menjawab berbagai kekhawatiran, Arianto menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan proses agar revitalisasi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.

Saat ini, Dispar Kukar masih menunggu kajian dari konsultan untuk menetapkan konsep final. Proyek ini diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat sektor pariwisata Kukar.

“Masyarakat berharap revitalisasi ini benar-benar membawa dampak positif, bukan sekadar proyek sementara yang akhirnya terbengkalai. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk merancang perencanaan yang solid sebelum proyek ini berjalan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *