Panen di Danau Semayang Dijadwalkan Berlangsung di Bulan November-Desember

Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Kegiatan panen padi dengan sistem tanam benih langsung di lahan darat (tabela dar) di kawasan Danau Semayang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dijadwalkan mulai berlangsung pada awal November hingga Desember. Masa panen diperkirakan berjalan secara bertahap karena para petani menanam padi pada waktu yang berbeda, menyesuaikan kondisi lahan dan surutnya air danau.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, menjelaskan bahwa panen di Desa Semayang diperkirakan dimulai pada awal November dan berlanjut hingga pertengahan Desember.
“Bahkan, bisa sampai akhir Desember karena waktu tanam petani tidak serentak,” jelas Rifani, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, kegiatan pertanian di kawasan danau memiliki karakteristik tersendiri. Petani memanfaatkan lahan yang muncul ketika permukaan air danau mulai surut. Saat kondisi lahan memungkinkan untuk ditanami, sebagian petani langsung melakukan penanaman, kemudian disusul petani lainnya.
Pola tersebut membuat jadwal tanam berlangsung secara sporadis atau tidak terencana secara bersamaan. Akibatnya, usia tanaman dan waktu panen antarlahan juga berbeda. Rifani menyebutkan, kegiatan pertanian dengan memanfaatkan lahan kawasan danau tidak hanya berlangsung di Desa Semayang.
Sejumlah wilayah lainnya, seperti Melintang, Pela, dan Jantur, juga memiliki aktivitas penanaman padi. Untuk wilayah Melintang, masa panen diperkirakan baru dimulai pada awal Desember. Sementara itu, kegiatan penanaman padi di Jantur dilakukan pada kawasan anak Danau Jempang.
Dalam mendukung kegiatan pertanian tersebut, Pemkab Kukar melalui Distanak telah memberikan bantuan benih kepada petani. Bantuan yang disalurkan masing-masing sekitar 1,5 ton untuk wilayah Semayang dan 1,5 ton untuk Pela.
Rifani menegaskan bahwa bantuan tersebut bersifat stimulan atau pendorong kegiatan pertanian masyarakat, bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan benih petani. Dari bantuan sebanyak 1,5 ton tersebut, perkiraan luasan lahan yang dapat ditanami berkisar antara 10 hingga 15 hektare. Namun, kegiatan penanaman secara keseluruhan juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Bantuan pemerintah sekitar 1,5 ton untuk Semayang dan 1,5 ton untuk Pela. Itu hanya stimulan, karena sistem tanam yang mereka gunakan adalah tabela dar,” terangnya.
Selain perbedaan jadwal tanam, varietas padi yang digunakan petani juga tidak seluruhnya sama. Untuk benih bantuan pemerintah, varietas yang disalurkan telah ditentukan. Adapun petani yang melakukan penanaman secara mandiri menggunakan beragam jenis benih sesuai dengan ketersediaan dan pilihan masing-masing. Sebagian petani membeli benih secara mandiri, termasuk dari petani lain di sekitar tempat tinggal mereka.
Kondisi tersebut turut memengaruhi perbedaan masa pertumbuhan tanaman hingga waktu panen. Meski pola tanamnya tidak serentak, Rifani menilai kawasan danau memiliki potensi produksi padi yang cukup menarik.
Salah satu faktor pendukungnya adalah kondisi tanah yang relatif subur akibat sedimentasi dari danau. Kesuburan alami tersebut menjadi keuntungan bagi petani karena input atau kebutuhan sarana produksi yang digunakan relatif tidak banyak.
Kendati demikian, Distanak Kukar belum dapat memastikan angka produktivitas padi di kawasan tersebut. Penghitungan hasil produksi masih harus dilakukan berdasarkan pengukuran langsung ketika kegiatan panen berlangsung.
Untuk memperoleh data yang lebih akurat, Distanak berencana melakukan ubinan, yakni metode pengukuran hasil panen pada petak contoh dengan luasan tertentu.
Dalam pengukuran yang direncanakan, petak contoh berukuran satu meter persegi akan digunakan untuk mengetahui hasil panen sebelum dilakukan estimasi produksi berdasarkan keseluruhan luas lahan.
“Nanti akan kita lakukan ubinan dengan mengukur hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi. Dari situ kita bisa mengetahui produktivitasnya, kemudian memperkirakan produksi berdasarkan luas keseluruhan lahan,” pungkasnya. (adv)






