Bupati Kukar Berupaya Tingkatkan Pendapatan PI Migas melalui Blok Baru

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari skema Participating Interest (PI) sektor minyak dan gas bumi (migas) melalui peluang keterlibatan pada blok gas yang dikelola ENI Grup bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.
Aulia mengungkapkan, berdasarkan data pendapatan yang tercatat secara berkala, penerimaan PI dari dua blok migas yang saat ini berjalan menunjukkan tren penurunan.
Kondisi tersebut sejalan dengan tren produksi migas yang juga semakin menurun.
“Kalau kita lihat dari laporan secara data serial terhadap pendapatan kita terhadap PI, utamanya sekarang ada dua blok yang sedang berjalan, itu memang gradualnya semakin menurun,” kata Aulia, Jumat (9/10/2026).
Ia mengatakan, penurunan pendapatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mencari peluang baru agar penerimaan dari sektor migas dapat kembali meningkat.
Salah satu upaya yang tengah diusahakan adalah memperoleh PI pada blok gas yang dikelola ENI Grup.
Ia berharap keterlibatan pada blok baru dapat menambah sumber penerimaan daerah dari sektor migas.
Ia menilai, peluang tersebut perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kontribusi sektor migas terhadap pendapatan daerah.
Meski demikian, peningkatan penerimaan tidak hanya bergantung pada penambahan blok yang memberikan PI, tetapi juga pada pola keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan usaha migas.
Aulia berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima manfaat secara pasif melalui kepemilikan PI, tetapi juga dapat mengambil peran lebih aktif dalam kegiatan bisnis sektor tersebut.
“Kita berharap PI ke depan ini bukan hanya kita menjadi pelaku yang pasif, akan tetapi juga kita bisa menjadi pelaku aktif di sektor usaha migas itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Aulia, perusahaan daerah milik Pemkab Kukar memiliki kemampuan untuk menjalankan kegiatan usaha di sektor migas.
Karena itu, peluang keterlibatan sebagai badan usaha dinilai perlu dikembangkan agar manfaat ekonomi yang diterima daerah dapat lebih besar.
“Karena secara badan usaha, perusda kita itu mampu untuk melakukan kegiatan usaha di sektor migas,” katanya.
Ia berharap, keterlibatan yang lebih aktif tersebut dapat memperkuat kontribusi sektor migas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah kecenderungan penurunan produksi dan pendapatan PI dari blok-blok yang sudah berjalan.
“Jadi kita berharap memang kalau kita lihat trennya, tren migas kita ini semakin turun, mengakibatkan PI kita juga pendapatannya semakin turun. Dan ya, kita berharap pemerintah daerah bisa menjadi pelaku aktif, yaitu terlibat sebagai badan usaha,” ungkapnya.
Aulia menegaskan, upaya mencari peluang PI baru dan memperkuat peran perusahaan daerah merupakan bagian dari harapan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sektor migas bagi keuangan daerah.
“Sehingga kita berharap nilai ungkitnya terhadap pendapatan asli daerah itu bisa menjadi semakin besar lagi,” pungkasnya.






