Bupati Kukar Hadir Langsung Temui Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jalan AM Alimuddin

0
08 okt 26 (kanus) - news 1

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan AM Alimuddin RT 33 Kelurahan Melayu. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri hadir langsung menemui masyarakat yang terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, kawasan Danau Aji, Tenggarong, untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan proses pemulihan pascakebakaran berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Aulia mengatakan, kebakaran yang melanda kawasan permukiman tersebut menjadi salah satu peristiwa kebakaran terbesar yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Banyak warga terdampak dan membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan setelah kehilangan tempat tinggal maupun berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Kita melihat kondisi pascakebakaran yang melanda warga kita di Jalan Danau Aji, dan memang korbannya cukup banyak. Ini termasuk salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara,” kata Aulia, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah berupaya meringankan beban masyarakat terdampak dengan melibatkan berbagai pihak.

Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat dan para relawan yang bergerak membantu sejak kejadian kebakaran berlangsung.

“Kami dari pemerintah daerah berusaha bagaimana meringankan korban yang terkena dampak dari kebakaran ini dan bekerja sama dengan seluruh warga masyarakat. Alhamdulillah, respons bantuan dari warga masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.

Aulia menekankan bahwa proses pemulihan atau recovery pascakebakaran perlu dilakukan dengan cepat.

Hal tersebut penting agar masyarakat yang terdampak dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan menjalani aktivitasnya secara bertahap.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pemadam kebakaran, BPBD, relawan, pemerintah kecamatan hingga jajaran kelurahan yang sejak awal kejadian telah turun membantu masyarakat.

“Kita berharap proses recovery pascakebakaran ini bisa kita lakukan dengan cepat. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Damkar, BPBD, seluruh relawan, pemerintah kecamatan, teman-teman kelurahan yang sejak awal terjadinya kebakaran sudah turun aktif membantu warga masyarakat,” ucapnya.

Bagi Aulia, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan pascakebakaran menjadi bagian penting untuk memastikan pemerintah benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Ini untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat, membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Aulia juga menerima sejumlah aspirasi dari warga terkait kebutuhan yang harus dipenuhi selama proses recovery.

Ia menyebut kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan bahan makanan, tetapi juga perlengkapan yang diperlukan untuk mengolah makanan.

Beberapa korban menyampaikan kebutuhan tersebut secara langsung kepada pemerintah.

Menurut Aulia, informasi dari masyarakat menjadi dasar untuk menyesuaikan jenis bantuan yang diberikan agar benar-benar bermanfaat.

“Beberapa korban menyampaikan terkait dengan proses recovery yang harus dilakukan dan beberapa kebutuhan pokok warga masyarakat hari ini. Kita berupaya agar bantuan-bantuan yang diberikan ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga masyarakat kita,” jelasnya.

Ia mencontohkan kebutuhan peralatan memasak yang sebelumnya disampaikan oleh masyarakat terdampak.

Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Plt Camat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kemarin misalnya tersampaikan bahwa warga masyarakat kita membutuhkan peralatan untuk memasak. Maka dilakukan koordinasi antara pemerintah dan Baznas melalui Plt Camat, alhamdulillah hari ini Baznas menurunkan bantuan untuk perlengkapan memasak,” ungkap Aulia.

Menurutnya, bantuan peralatan memasak menjadi penting karena ketersediaan bahan makanan saja belum cukup apabila masyarakat tidak memiliki sarana untuk mengolahnya.

“Kalau seandainya bahan baku masakannya banyak, tapi peralatan memasaknya tidak ada, bahan makanan itu tidak bisa terolah dengan baik,” katanya.

Selain memastikan kebutuhan warga, Aulia juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran.

Ia melihat langsung aktivitas para relawan, termasuk kelompok ibu-ibu yang membantu operasional dapur umum.

Dapur umum tersebut dibangun untuk mendukung kebutuhan makanan bagi korban, relawan maupun personel yang terlibat dalam proses recovery.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan. Hari ini tadi kita lihat di belakang, ibu-ibu itu para relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan,” kata Aulia.

Ia menyebut para relawan tersebut mengambil peran penting dalam memastikan kebutuhan permakanan selama proses penanganan pascakebakaran tetap terpenuhi.

“Mereka membantu dapur umum yang dibangun oleh BPBD dan teman-teman Damkar, menyiapkan makanan atau permakanan untuk para relawan, korban dan seluruh yang terlibat dalam proses recovery pascakebakaran,” pungkasnya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *