Pemkab Kukar Sesuaikan Rencana Program dengan Ketersediaan Anggaran

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyesuaikan rencana pelaksanaan program hingga akhir 2026 dengan ketersediaan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengatakan, setelah APBD Perubahan 2026 diselesaikan, pemerintah daerah kini memiliki tanggung jawab untuk memastikan anggaran tersebut segera dieksekusi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau sampai akhir tahun ini, kita menyesuaikan dengan rencana yang sudah kita susun sebelumnya. Kemarin kita sudah menyelesaikan anggaran perubahan tahun 2026. Anggaran perubahan 2026 tentunya ini harus dieksekusi sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia, Selasa (7/10/2026).
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program pemerintah daerah tidak semata-mata mengejar tingginya realisasi anggaran.
Setiap pembiayaan akan disesuaikan dengan target program yang hendak dicapai hingga akhir tahun.
“Kalau kita prinsipnya itu adalah money follow program. Artinya, kita mengedepankan programnya dulu, baru uangnya menyesuaikan,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Aulia berharap pelaksanaan program hingga penghujung tahun dapat berjalan secara terukur.
Pemerintah juga berupaya agar tidak terjadi sisa anggaran yang terlalu besar, tetapi tetap memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Oleh karenanya nanti kita akan sesuaikan pembiayaannya sesuai untuk target capaian sampai akhir tahun, sehingga kita tidak menyisakan banyak silpa, dan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat kita,” jelasnya.
Aulia menegaskan, penyerapan anggaran tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program.
Ia tidak ingin pemerintah membuat kegiatan secara serampangan hanya untuk mengejar realisasi anggaran menjelang akhir tahun.
“Kalau untuk kondisi sekarang, kita pasang angkanya masih di angka 100 juta, tapi sekali lagi dalam proses pelaksanaannya kita berusaha menyesuaikan. Saya tidak ingin karena kita ingin mengejar realisasi anggaran, kita bikin sembarang-sembarang saja kegiatan di lapangan,” tegasnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah RTKU Terbaik.
Aulia menyebut regulasi program tersebut telah diselesaikan sehingga tahapan berikutnya diarahkan pada penyesuaian pembiayaan dengan target yang ingin dicapai.
Salah satu prioritas yang ditekankan dalam RTKU Terbaik adalah memastikan layanan internet dapat tersedia di seluruh desa di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kalau di RTKU Terbaik, kami meletakkan prioritas untuk memastikan layanan internet itu hadir di seluruh desa yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Selain penguatan layanan internet, pemerintah juga memastikan kegiatan rutin di tingkat RT tetap berjalan hingga akhir tahun.
Kegiatan tersebut antara lain gotong royong, musyawarah RT dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Aulia juga memastikan dukungan anggaran untuk insentif bagi para ketua RT tetap tersedia sampai penghujung tahun.
“Makanya ini pembiayaan mau kita pastikan sampai akhir tahun ini tersedia, selain kegiatan-kegiatan rutin seperti gotong royong, musyawarah RT dan lain sebagainya itu bisa terlaksana. Insentif untuk teman-teman RT itu kami pastikan itu tersedia dengan baik sampai akhir tahun nantinya,” pungkasnya.






