DPMD Kukar Harap Kahala Jadi Terbaik 1 Desa Berprestasi Nasional

Kepala DPMD Kukar Arianto. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) berharap Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, dapat meraih peringkat pertama dalam penilaian desa berprestasi tingkat nasional setelah berhasil masuk tiga besar nasional.
Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan, Desa Kahala saat ini menjadi wakil Kalimantan Timur dalam penilaian desa berkinerja baik dalam percepatan penanganan stunting yang dilakukan pemerintah pusat.
“Untuk Desa Kahala, kita kemarin masuk tiga besar nasional, nominasi. Jadi, doakan mudah-mudahan nanti kita menjadi yang terbaik nomor satu,” kata Arianto, Selasa (7/10/2026).
Penilaian tersebut dilakukan oleh tim pemerintah pusat yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa.
Tim tersebut melakukan penilaian terhadap desa-desa yang dinilai memiliki kinerja baik dalam program percepatan penanganan stunting.
Kukar menjadi daerah yang mewakili Kalimantan Timur dalam ajang tersebut.
Setelah melalui tahapan penilaian, Desa Kahala berhasil menembus tiga besar tingkat nasional.
Arianto berharap capaian tersebut dapat berlanjut hingga tahap akhir sehingga Desa Kahala mampu menjadi desa dengan kinerja terbaik secara nasional dalam program tersebut.
“Jadi, kebetulan Kutai Kartanegara mewakili Kaltim dan masuk tiga besar. Nah, harapan kita bisa menjadi yang terbaik, nomor satu lah nasional,” ujarnya.
Terkait hasil akhir penilaian, Arianto mengatakan pemerintah daerah masih menunggu pengumuman dari pemerintah pusat.
“Kita tunggu, katanya sekitar dua minggu lagi,” katanya.
Menurut Arianto, capaian Desa Kahala juga melanjutkan catatan Kukar dalam penilaian desa berprestasi terkait penanganan stunting.
Sebelumnya, Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, menjadi wakil Kukar dalam penilaian serupa selama dua tahun berturut-turut.
Desa Muara Wis sebelumnya berhasil masuk enam besar nasional. Kini, tongkat estafet tersebut berlanjut kepada Desa Kahala yang telah berhasil masuk tiga besar.
“Dua tahun berturut-turut sebelumnya kan Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis. Nah, ini Desa Kahala, Kecamatan Kenohan,” jelasnya.
Arianto berharap capaian Desa Kahala dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya di Kukar untuk memperkuat program penanganan stunting sesuai dengan kewenangan yang dimiliki pemerintah desa.
Menurutnya, keberhasilan dalam penanganan stunting tidak hanya bergantung pada satu desa yang menjadi wakil daerah.
Sebanyak 193 desa di Kukar juga dapat terus memfokuskan program pembangunan desa pada upaya percepatan penanganan stunting.
“Berturut-turut kemarin Desa Muara Wis masuk enam besar, kalau sekarang harapan kita bisa masuk. Sekarang sudah masuk tiga besar, harapan kita menjadi nomor satu nasional,” ungkap Arianto.
Ia menekankan, desa-desa lainnya dapat menyusun dan menjalankan program penanganan stunting sesuai mandat serta kewenangan yang diberikan kepada pemerintah desa.
“Nanti sama 193 desa ini juga bisa fokus bagaimana memprogramkan penanganan stunting di desanya masing-masing sesuai dengan mandatori yang diberikan kewenangan desa,” pungkasnya.






