Sumbersari Raih Prestasi Desa Cantik Nasional

0
03 okt 26 (kanus) - news 2

Kepala DPMD Kukar Arianto. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA COM – Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meraih prestasi sebagai salah satu desa terbaik nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang penilaiannya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar – Arianto mengatakan, Desa Sumbersari menjadi perwakilan Kaltim dalam penilaian program Desa Cantik tingkat nasional dan berhasil masuk kategori terbaik nasional.

“Tadi saya diinformasikan Pak Kades bahwa mereka masuk terbaik nasional untuk program Desa Cantik yang dilakukan penilaiannya oleh BPS secara nasional,” ujar Arianto, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bagian dari keberhasilan desa dalam membangun tata kelola data yang lebih baik.

Desa Sumbersari sebelumnya mendapat pendampingan langsung dari BPS Kukar dalam proses pengolahan dan penyusunan data.

Arianto menjelaskan, pendampingan BPS tidak hanya dilakukan saat proses penilaian, tetapi juga dalam penerapan metode pengelolaan data di tingkat desa.

“Persiapan dari desa itu sudah didampingi langsung oleh BPS Kutai Kartanegara. Jadi, semua yang berkaitan dengan pengolahan data di desa itu diolah dengan metode yang didampingi dan dikawal oleh BPS Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Penerapan metode tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting ketika Desa Sumbersari mengikuti penilaian tingkat nasional.

Desa dinilai telah mampu menerapkan pengelolaan data sesuai metode yang didampingi BPS.

“Dan mereka sudah menerapkan itu sehingga waktu penilaian nasional, itu masuk kategori terbaik nasional,” katanya.

Arianto menerangkan, program Desa Cantik berkaitan erat dengan penguatan tata kelola data di tingkat desa. Data yang dikembangkan mencakup berbagai informasi mengenai potensi desa dan penduduk.

Pengelolaan data tersebut dilakukan secara elektronik dan mulai menggunakan basis geospasial.

Dengan tersedianya data yang lebih terstruktur, pemerintah desa diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan kebijakan dan menyusun program pembangunan.

“Datanya itu semuanya nanti berbasis elektronik. Itu seperti data potensi, data penduduknya, kemudian sudah menggunakan geospasial,” ungkap Arianto.

Menurutnya, keberadaan basis data yang baik akan membantu desa dalam mengambil keputusan berdasarkan kondisi riil di wilayahnya.

Data yang telah disusun dengan metode BPS dapat menjadi salah satu instrumen dalam merancang kebijakan pembangunan desa.

“Nah, itu nanti data-data itu ketika sudah dibuat basis datanya dengan baik, yang menggunakan metode BPS, harapannya bisa digunakan untuk membuat kebijakan-kebijakan di desa,” tuturnya.

Keberhasilan Desa Sumbersari di tingkat nasional juga diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kukar.

Arianto menyebut terdapat 193 desa lainnya yang diharapkan dapat menerapkan metode pengelolaan data melalui program Desa Cantik sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia menilai setiap desa memiliki potensi untuk mengembangkan tata kelola data yang lebih baik. Karena itu, pengalaman Sumbersari diharapkan dapat ditularkan kepada desa lainnya.

“Nah, ini nanti mudah-mudahan bisa kita tularkan ke 193 desa lain,” ujarnya.

Arianto juga menyebut prestasi Desa Sumbersari melanjutkan capaian desa lain dari Kukar dalam program Desa Cantik. Pada tahun sebelumnya, Desa Batuah masuk dalam enam besar nasional.

Menurutnya, seluruh desa di Kukar memiliki peluang untuk menerapkan metode serupa dalam pengelolaan data sehingga informasi yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Semuanya sama. Harapannya semua desa bisa menggunakan metode Desa Cantik ini untuk membuat data di desanya masing-masing,” pungkas Arianto.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *