Hampir Semua Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik Telah Direalisasikan

Sekda Kukar Sunggono. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyatakan hampir seluruh dari 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik telah mulai direalisasikan, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya maksimal.
Pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan berbagai program yang masih menghadapi kendala secara bertahap mulai tahun depan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa secara umum hampir semua program dedikasi telah dijalankan.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menyebabkan pelaksanaan beberapa program belum mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan.
Menurutnya, Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, terus memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah agar program-program yang belum terlaksana maupun yang realisasinya belum maksimal tetap menjadi perhatian utama.
“Kalau terealisasi, insyaallah hampir semuanya, ya. Tapi memang belum maksimal. Macam-macam masalahnya. Tapi Bupati tetap berkomitmen, mengarahkan, dan meminta kami untuk memastikan bahwa program-program yang belum terealisasi atau mungkin belum maksimal itu kita selesaikan secara bertahap mulai tahun depan,” ujar Sunggono, Jumat (30/10/2026).
Ia menerangkan, salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Kukar adalah melakukan penajaman terhadap prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah daerah diarahkan untuk meminimalkan penggunaan APBD bagi kegiatan yang membutuhkan pembiayaan besar, tetapi tidak termasuk dalam program dedikasi.
Untuk kegiatan semacam itu, Pemkab Kukar berupaya memperoleh dukungan pembiayaan dari sumber lain, terutama pemerintah pusat.
Strategi tersebut dilakukan agar kemampuan fiskal daerah dapat lebih difokuskan pada pelaksanaan program-program prioritas yang telah menjadi komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat.
Sunggono mencontohkan pembangunan infrastruktur berupa akses jalan dan jembatan yang membutuhkan anggaran cukup besar.
Menurutnya, apabila seluruh kebutuhan pembangunan tersebut dibebankan kepada APBD Kukar, ruang anggaran untuk membiayai program lainnya akan semakin terbatas.
Karena itu, pemerintah daerah telah mengupayakan dukungan penganggaran melalui kementerian terkait.
“Contohnya, misalnya akses jembatan, jalan, itu kan semuanya besar-besar. Kalau kita pakai APBD, habis lagi uang kita. Makanya, itu yang kemarin sudah kita upayakan penganggarannya lewat kementerian,” jelasnya.
Meski demikian, Sunggono belum merinci besaran anggaran dari pemerintah pusat yang telah diperoleh untuk mendukung kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terus mencermati prioritas penganggaran, pelaksanaan, dan pembiayaan dalam penyusunan maupun pengelolaan APBD.
Evaluasi tersebut dilakukan dengan melihat kebutuhan anggaran setiap program, nilai pembiayaan yang diperlukan, serta waktu pelaksanaannya.
Dengan demikian, alokasi anggaran diharapkan dapat lebih terarah pada kegiatan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Selain program dedikasi, Pemkab Kukar juga harus memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kewajiban pelayanan dasar yang target kinerjanya ditetapkan pemerintah pusat untuk dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Sunggono menyebutkan, pemenuhan SPM menjadi salah satu komponen yang diperhatikan dalam menentukan prioritas anggaran.
Pemerintah daerah juga harus memperhitungkan berbagai kewajiban belanja, termasuk belanja pegawai dan ketentuan penganggaran wajib atau mandatory spending.
Berbagai komponen tersebut menjadi bagian dari pertimbangan agar pelaksanaan program dedikasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kewajiban pemerintah daerah lainnya.
“Yang kami cermati setiap waktu, saya dan tim TAPD, itu adalah prioritas penganggaran, pelaksanaan, dan juga pembiayaan untuk APBD yang ada. Itu pasti prioritasnya di kegiatan itu,” terangnya.
Di antara 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, Sunggono menyoroti program bantuan Rp150 juta per rukun tetangga (RT) sebagai salah satu program yang paling dinantikan masyarakat karena dinilai memiliki dampak luas.
Program tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam proses evaluasi, baik dari sisi besaran anggaran, pemanfaatan dana, maupun realisasi pelaksanaannya.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan program yang menyentuh langsung lingkungan masyarakat tersebut dapat dijalankan sesuai dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar akan terus mencermati pelaksanaan program dedikasi agar berbagai kendala yang masih ditemukan dapat dibenahi secara bertahap.
“Jadi, yang paling ditunggu dan memberikan dampak luas kan termasuk program Rp150 juta per RT itu. Iya, termasuk itu yang kita evaluasi, termasuk besaran, termasuk pemanfaatan, termasuk realisasinya, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (adv)






