Pemkab Kukar Apresiasi Pelaksanaan Munaqosah Guru Alquran

0
17 okt 26 (kanus) - news 1

Suasana pelaksanaan Munaqosah Guru Alquran se-Kukar di Pendopo Wakil Bupati pada Sabtu (17/10/2026).

KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memberikan apresiasi atas pelaksanaan Munaqosah atau ujian sertifikasi guru Alquran yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kukar, Sabtu (17/10/2026).

Sekda Kukar, Sunggono mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi guru mengaji merupakan ikhtiar yang patut mendapatkan dukungan bersama karena berkaitan langsung dengan peningkatan mutu pendidikan keagamaan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPTQ dan BKPAKSI Kabupaten Kutai Kartanegara, beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ucap dia.

Sunggono menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun ketersediaan fasilitas pelayanan publik.

Meskipun seluruh aspek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia menilai kemajuan Kukar perlu diiringi dengan lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga dibekali nilai-nilai keimanan, akhlak, serta karakter yang kuat.

Karena itu, pendidikan Alquran memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi penerus yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan landasan moral dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin anak-anak Kutai Kartanegara tumbuh menjadi generasi yang cerdas, memiliki keterampilan, mampu menghadapi perubahan zaman, tetapi pada saat yang sama juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang mulia, dan karakter yang baik,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa pendidikan Alquran tidak sebatas mengajarkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah, membaca ayat-ayat suci, maupun menghafalkan surah-surah pendek.

Di dalam proses pembelajaran tersebut, terdapat penanaman berbagai nilai kehidupan yang menjadi dasar pembentukan kepribadian seorang anak sejak usia dini.

Nilai-nilai tersebut mencakup kedisiplinan, kejujuran, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan Alquran tidak hanya terlihat dari kemampuan seorang anak membaca atau menghafal, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai yang dipelajari dapat tercermin dalam perilakunya.

Dalam proses tersebut, guru mengaji memegang peranan penting karena berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan turut membimbing perkembangan karakter mereka.

Sunggono menekankan bahwa pengabdian para guru mengaji tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan sederhana yang hanya berfokus pada kegiatan belajar membaca Alquran.

Di balik aktivitas mengajar yang dilakukan setiap hari, terdapat tanggung jawab besar dalam menyiapkan fondasi kehidupan generasi penerus Kukar.

“Jadi guru-guru ngaji ikut menentukan bagaimana karakter generasi Kutai Kartanegara dibentuk sejak usia dini,” tegasnya.

Ia menggambarkan bagaimana para guru mengaji dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak, membetulkan makhraj huruf, membimbing hafalan surah, hingga mengingatkan mereka agar senantiasa berperilaku baik.

Meskipun kegiatan tersebut terlihat sederhana, Sunggono meyakini bahwa proses pembelajaran yang berlangsung secara konsisten dapat memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seorang anak.

Dia menyebut bahwa anak-anak yang saat ini mendapatkan bimbingan dari guru mengaji kelak dapat tumbuh menjadi pemimpin, tenaga pendidik, dokter, pengusaha, ulama, maupun pejabat yang mengemban tanggung jawab bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, nilai-nilai positif yang ditanamkan sejak dini dapat terus melekat dan menjadi pedoman ketika mereka menjalankan berbagai peran pada masa mendatang.

Hal tersebut sekaligus menjadi alasan pentingnya peningkatan kualitas guru mengaji melalui kegiatan Munaqosah dan sertifikasi.

Sunggono menilai tugas mendidik generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kesabaran dan semangat pengabdian.

Para guru juga perlu memiliki kemampuan mengajar yang baik serta mampu memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Melalui penyelenggaraan Munaqosah perdana ini, Pemkab Kukar berharap upaya peningkatan kompetensi guru Alquran dapat menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan keagamaan di daerah.

“Dari proses yang sederhana itulah fondasi kehidupan seorang anak sedang dibangun. Oleh sebab itu, tugas sebagai guru mengaji bukan hanya membutuhkan kesabaran, tetapi juga kompetensi, keteladanan, dan komitmen pengabdian yang kuat,” pungkasnya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *