Pesan Aulia untuk 440 Maba Unikarta: Kuliah Jangan Hanya Kejar Nilai

0
1002343477

KATANUSANTARA.COM – Memasuki kehidupan perguruan tinggi, 440 mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) diminta tidak hanya memikirkan pencapaian akademik. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengingatkan ada tanggung jawab yang lebih luas yang perlu dijalankan selama menjadi mahasiswa.

Pesan itu disampaikan Aulia ketika memberikan pembekalan pada hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta angkatan 2026, Rabu (26/8/2026).

Menurut Aulia, mahasiswa memiliki tiga tanggung jawab yang harus berjalan beriringan selama menempuh pendidikan. Tanggung jawab tersebut mencakup diri sendiri, keluarga, serta masyarakat.

Tanggung jawab terhadap diri sendiri berkaitan dengan bagaimana mahasiswa menjalani pendidikan dan mempersiapkan masa depan. Sementara kepada keluarga, mahasiswa diharapkan mampu menghargai dukungan yang telah diberikan selama proses pendidikan.

Adapun tanggung jawab kepada masyarakat, menurut Aulia, berkaitan dengan kesadaran bahwa pendidikan yang ditempuh mahasiswa juga mendapat dukungan dari lingkungan di sekitarnya.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab kepada dirinya sendiri, kepada keluarga, dan juga kepada masyarakat yang selama ini ikut memberikan dukungan,” ujar Aulia.

Ia menilai ketiga tanggung jawab tersebut tidak cukup dijalankan hanya dengan mengikuti perkuliahan. Mahasiswa juga perlu membangun pengalaman dan kemampuan lain selama berada di lingkungan kampus.

Hal itu menjadi salah satu alasan Aulia mendorong mahasiswa baru Unikarta untuk tidak ragu mengikuti organisasi kemahasiswaan.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Selain menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 3,5 tahun, Aulia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurutnya, pengalaman di organisasi memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan yang tidak seluruhnya diperoleh melalui pembelajaran akademik.

“Dari organisasi itu soft skill bisa ditempuh, dipupuk dan dibina, termasuk kepemimpinan, empati dan kepedulian sosial,” katanya.

Aulia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak takut menjalani kehidupan kampus.

Ia meminta masa perkuliahan tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar nilai, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan yang nantinya berguna ketika kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia menyebut mahasiswa baru sebagai generasi yang akan meneruskan pembangunan Kukar.

Aulia mengibaratkan generasi yang saat ini menjalankan pemerintahan sebagai matahari yang perlahan menuju terbenam, sementara mahasiswa baru merupakan matahari terbit yang sedang bergerak menuju puncaknya.

“Kalau kami ini sudah menuju matahari tenggelam, mereka adalah matahari terbit yang akan menuju puncaknya. Kita berharap mereka bisa menjadi puncak yang baik sebagaimana yang kita harapkan,” tuturnya.

Untuk mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan, Aulia juga memastikan pemerintah daerah menyediakan sejumlah jalur bantuan pendidikan. Mahasiswa dapat memanfaatkan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, Gratis Pol, PIP maupun program beasiswa yang disediakan perusahaan.

Ia berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa sehingga persoalan biaya tidak menjadi alasan untuk menghentikan pendidikan.

“Jangan sampai persoalan biaya menghentikan anak-anak Kukar untuk menuntut ilmu setinggi mungkin,” pungkasnya. (*)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *