LK II dan Senior Course HMI Kukar Ditutup, Kader Didorong Ambil Peran Strategis di Era IKN

KATANUSANTARA.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menuntaskan rangkaian kaderisasi tingkat nasional melalui kegiatan Intermediate Training (LK II) dan Senior Course (SC) yang digelar di Gedung Pramuka Tenggarong, Minggu (14/6/2026) malam
Sebanyak 62 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 45 peserta LK II dan 17 peserta Senior Course.
Mereka menjalani berbagai tahapan pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan membaca dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.
Ketua Panitia, M. Ibnu Ridho, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama dari sisi teknis dan pendanaan.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat.
“Banyak dinamika yang kami hadapi selama pelaksanaan. Namun berkat kekompakan panitia, dukungan para instruktur, peserta, alumni, dan berbagai pihak lainnya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan hingga selesai,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada tim instruktur yang dinilai konsisten menjaga kualitas proses kaderisasi sejak awal hingga penutupan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kutai Kartanegara, Zulhansyah, menegaskan bahwa kaderisasi tidak boleh dipahami hanya sebagai agenda seremonial organisasi.
Menurutnya, proses pelatihan merupakan ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai yang akan menjadi bekal kader dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI tetap menjadi fondasi utama dalam setiap proses kaderisasi.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai sejarah, budaya, dan kondisi sosial Kutai Kartanegara sebagai daerah yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
“Keberadaan Ibu Kota Nusantara membawa perubahan besar bagi Kalimantan Timur. Karena itu kader HMI harus mampu membaca peluang dan tantangan yang muncul agar dapat mengambil peran secara aktif dalam pembangunan,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual, HMI Cabang Kukar juga meluncurkan sebuah e-book kaderisasi. Publikasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi kader dalam memperdalam pemahaman keislaman, keindonesiaan, dan keorganisasian.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pengurus Besar HMI. Ketua Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Desa PB HMI, Maryadi Sirat, menilai kaderisasi merupakan jantung organisasi yang harus terus dirawat keberlangsungannya.
Menurutnya, HMI selama ini dikenal sebagai organisasi yang melahirkan banyak tokoh bangsa karena memiliki tradisi diskusi dan kaderisasi yang kuat.
“Training seperti ini harus terus dijaga kualitasnya. Saya percaya para alumni LK II dan Senior Course akan menjadi sumber daya penting, baik bagi organisasi maupun untuk kepentingan bangsa ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melalui Sekertaris Daerah Kukar, Sunggono menegaskan bahwa HMI memiliki sejarah panjang sebagai organisasi yang melahirkan banyak pemikir, pemimpin, dan tokoh bangsa.
“Peradaban tidak dibangun oleh beton semata, tetapi oleh karakter manusia yang kuat. Karena itu kaderisasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan,” ujarnya.
Ia berharap para alumni Senior Course mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata di tengah masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Di dunia ini tidak ada yang mudah, tetapi tidak ada pula yang tidak mungkin. Bermimpilah setinggi-tingginya, karena itu akan menentukan seperti apa masa depan yang ingin kalian capai,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pelepasan tanda peserta, penyerahan sertifikat secara simbolis, serta refleksi bersama sebagai penanda berakhirnya proses kaderisasi tingkat nasional yang diselenggarakan HMI Cabang Kutai Kartanegara. (*)






