Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Menyalakan Harapan di Tengah Hutan TNK, Plt Camat Rusmiati Perjuangkan Listrik untuk Warga Sangatta Selatan - katanusantara.com

Menyalakan Harapan di Tengah Hutan TNK, Plt Camat Rusmiati Perjuangkan Listrik untuk Warga Sangatta Selatan

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Di tengah kawasan hutan Taman Nasional Kutai (TNK), harapan warga Dusun Airport dan Teluk Lombok masih menyala, meski belum diterangi listrik PLN. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE, terus berjuang agar izin pembangunan jaringan listrik segera disetujui pemerintah pusat.

Rusmiati mengungkapkan bahwa masyarakat telah lama menantikan kehadiran listrik yang dapat membuka akses ekonomi baru. Namun, karena sebagian jalur jaringan melewati kawasan TNK, maka proyek ini harus melalui izin khusus yang memerlukan proses panjang.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Sekarang tinggal menunggu izin dari Kementerian Kehutanan agar jaringan bisa dipasang,” ujar Rusmiati.

Pihak kecamatan bersama PLN Bontang dan PLN Provinsi Kaltim telah menyusun nota kesepahaman dengan Balai TNK agar pembangunan tetap sesuai aturan konservasi. Ia menilai ini langkah strategis agar pembangunan tidak bertentangan dengan kebijakan nasional.

Menurut Rusmiati, warga di dua dusun itu tidak hanya menanti terang di malam hari, tetapi juga menanti kehidupan baru. Banyak pelaku usaha kecil terhambat karena tidak ada listrik, mulai dari penggilingan hasil tani hingga warung kuliner.

“Kalau listrik masuk, otomatis ekonomi bergerak. Anak-anak bisa belajar malam hari, ibu-ibu bisa berproduksi, dan kehidupan sosial jadi lebih baik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti sampai izin keluar. Semua pihak harus ikut membantu agar pembangunan tidak berhenti hanya karena persoalan administratif.

“Ini bukan hanya tentang listrik, tapi tentang menyalakan harapan warga,” tutupnya.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *