Pemkab Kukar Upayakan Peningkatan SDM Aparatur dengan Program ASN Terbaik

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur melalui program ASN Terbaik.
Program ini dijalankan untuk meningkatkan kompetensi aparatur, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pelayanan publik dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa program ASN Terbaik mencakup sejumlah kegiatan pengembangan kapasitas aparatur, termasuk pemberian beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana serta berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, peningkatan kualitas aparatur menjadi kebutuhan penting karena tuntutan pelayanan publik terus berkembang.
ASN dituntut mampu mengikuti perubahan dan menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau program ASN Terbaik, kita berusaha untuk meningkatkan kualitas ASN kita. Pemberian beasiswa untuk para guru yang belum sarjana, kemudian ada beberapa kegiatan pendidikan. Itu untuk menunjang atau meningkatkan kualitas ASN kita,” ucap dia, Senin (26/10/2026).
Ia memastikan pelaksanaan program tersebut telah berjalan, termasuk beasiswa pendidikan sarjana bagi guru.
Namun, untuk mengetahui rincian teknis, seperti alokasi anggaran dan pelaksanaan setiap kegiatan, masyarakat dapat mengonfirmasikannya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar.
Aulia juga mengungkapkan bahwa rencana pemindahan kantor BKPSDM dari lokasi saat ini ke pusat pelatihan di Tenggarong Seberang menjadi salah satu upaya untuk menunjang pelaksanaan program ASN Terbaik.
Menurutnya, keberadaan pusat pelatihan diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi aparatur secara lebih optimal.
Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk memastikan ASN memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.
Ia menilai, kualitas pelayanan publik tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan.
Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu merespons berbagai perubahan dan persoalan baru.
“Karena kita memahami bahwa proses pelayanan ini sangat dinamis. Banyak hal-hal baru yang terjadi di dunia kita. Oleh karenanya, teman-teman ASN harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi yang ada ini,” jelasnya.
Aulia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengharapkan pelayanan yang optimal apabila kualitas aparatur tidak terus ditingkatkan.
Program ASN Terbaik pun menjadi salah satu instrumen untuk mendorong penguatan kapasitas tersebut.
“Jangan berharap kita bisa memberikan pelayanan yang baik dengan kualitas yang biasa-biasa saja. Oleh karenanya, program ini kita luncurkan dan alhamdulillah berjalan dengan baik,” katanya.
Selain menyasar aparatur di sektor pemerintahan, penguatan SDM melalui program ini juga diarahkan pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Aulia menyebutkan, dukungan terhadap kedua sektor tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan dasar di Kukar.
Meski demikian, ia mengakui akses terhadap program peningkatan kapasitas di sektor kesehatan masih relatif terbatas dibandingkan sektor pendidikan.
Karena itu, pengembangan program perlu terus diperhatikan agar penguatan SDM dapat menjangkau kebutuhan kedua sektor tersebut.
Ke depan, Pemkab Kukar juga berencana memperluas kesempatan peningkatan pendidikan kepada perangkat desa.
Aulia mengatakan, gagasan tersebut saat ini sedang dirumuskan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Rencana itu muncul setelah pemerintah daerah bertemu dengan asosiasi perangkat desa di Kukar.
Dalam pertemuan tersebut, perangkat desa menyampaikan keinginan agar mereka juga mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana melalui skema beasiswa.
Menurut Aulia, peningkatan pendidikan perangkat desa penting karena mereka merupakan bagian dari aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Kompetensi yang lebih baik dapat menunjang kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat desa.
Pemkab Kukar sedang menjajaki sejumlah mekanisme pendidikan yang memungkinkan perangkat desa tetap menjalankan tugasnya sambil melanjutkan pendidikan.
Di antaranya melalui perkuliahan daring atau online dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan penyesuaian terhadap ketentuan perguruan tinggi yang bekerja sama.
Melalui mekanisme tersebut, pengalaman dan pembelajaran sebelumnya dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan RPL, sehingga masa studi berpotensi lebih singkat dibandingkan jalur pendidikan reguler.
Namun, pelaksanaan program beasiswa bagi perangkat desa masih dalam tahap perumusan dan penjajakan.
Aulia menekankan, pembangunan daerah yang kuat harus dimulai dari penguatan pemerintahan pada tingkat paling bawah.
Menurutnya, kualitas pelayanan di desa dan kelurahan menjadi fondasi penting bagi kemajuan kecamatan hingga kabupaten.
“Karena kami berpendapat bahwa jangan berharap kita memiliki kabupaten yang kuat kalau kita tidak memiliki kecamatan yang kuat. Jangan berharap kita memiliki kecamatan yang kuat kalau kita tidak memiliki desa dan kelurahan yang kuat,” pungkasnya.






