Distanak Kukar Bakal Tambah Dua Kawasan Pengembangan Pertanian, Total Menjadi Tujuh Kawasan

0
22 okt 26 (kanus) - news 2

Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menambah dua kawasan pengembangan pertanian baru, yakni di Rapak Lambur dan Jonggon.

Penambahan tersebut akan meningkatkan jumlah kawasan pengembangan pertanian di Kukar dari sebelumnya lima menjadi tujuh kawasan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan perluasan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan yang telah memiliki aktivitas pertanian.

“Ada dua, jadi kawasan itu nanti menjadi tujuh, ya. Satu di Rapak Lambur, satu di Jonggon,” ujar Rifani, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Jonggon memiliki hamparan lahan pertanian yang cukup luas, yakni mencapai lebih dari seribu hektare.

Luasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana penambahan kawasan pengembangan pertanian.

Menurutnya, lahan di Jonggon bukan merupakan kawasan yang baru akan dibuka, melainkan lahan pertanian yang sudah ada atau telah dimanfaatkan sebelumnya.

“Sekitar Jonggon itu hamparannya sudah lebih dari seribu hektare. Existing. Karena kan kawasan itu pendekatannya adalah pendekatan luas hamparan. Nah, ini sudah seribu lebih,” jelasnya.

Dengan penambahan dua kawasan tersebut, pengembangan pertanian di Kukar diharapkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas sekaligus memperkuat pemanfaatan lahan pertanian yang sudah tersedia.

Meski demikian, perluasan kawasan perlu diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur penunjang agar aktivitas pertanian dapat berjalan optimal.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Distanak Kukar ialah pembangunan dan pembenahan jaringan irigasi serta Jalan Usaha Tani (JUT).

Rifani memastikan kedua program tersebut tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan para petani.

Keberadaan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menunjang ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Sementara itu, jalan usaha tani dibutuhkan untuk mempermudah akses petani menuju lahan sekaligus mendukung kelancaran pengangkutan sarana produksi dan hasil pertanian.

Kendati program tersebut terus dilaksanakan, Rifani mengakui bahwa ketersediaan infrastruktur pertanian di Kukar saat ini masih membutuhkan peningkatan.

Hal itu disebabkan rasio pemenuhan kebutuhan jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang belum mencukupi.

Karena itu, pembenahan infrastruktur tetap diperlukan seiring dengan rencana penambahan kawasan pengembangan pertanian.

Dukungan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sudah ada.

Rifani menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur tersebut masih menjadi kebutuhan yang harus diperhatikan.

“Karena rasio kita belum tercukupi,” pungkasnya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *