dr. Aulia Rahman Basri Sampaikan Belasungkawa atas Terjadinya Musibah Kebakaran di Jalan Kartini Kelurahan Loa Ipuh

Kondisi sisa puing-puing bangunan yang telah habis terbakar. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Kebakaran tersebut merenggut nyawa dua anak berusia tujuh dan tiga tahun, sementara orang tua korban mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan penanganan medis.
Aulia mengaku sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga tersebut, terlebih karena kejadian itu menyebabkan hilangnya dua nyawa anak-anak.
Dia mengungkapkan, orang tua korban juga mengalami luka bakar dengan luas mencapai 75 persen dan dijadwalkan menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit AM Parikesit.
“Kita berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam di Jalan Kartini Gang Karya RT 61 dan 26 Kelurahan Loa Ipuh. Apalagi sampai merenggut korban jiwa. Ada dua orang anak umur tujuh tahun dan tiga tahun, dan orang tuanya hari ini, pagi ini akan dioperasi di Rumah Sakit AM Parikesit karena memiliki luka bakar seluas 75 persen,” ucap dia, Rabu (14/10/2026).
Dengan beberapa kali kerap terjadi musibah kebakaran, Aulia mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, meskipun musibah tidak dapat diprediksi, berbagai langkah pencegahan tetap perlu dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya peristiwa serupa.
Dia menekankan bahwa mitigasi kebakaran harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api dan instalasi listrik di rumah.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kukar untuk bersama-sama bisa mencegah. Musibah memang tidak ada yang tahu, akan tetapi kita bisa memitigasi untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di tempat kita,” jelasnya.
Aulia mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan sumber api di dapur telah benar-benar padam sebelum beristirahat pada malam hari.
Selain itu, peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan dan dilepaskan dari stopkontak untuk meminimalkan potensi gangguan kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.
Kewaspadaan tersebut juga perlu ditingkatkan ketika penghuni hendak meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.
Dalam kondisi demikian, ia menyarankan agar aliran listrik rumah dimatikan apabila memungkinkan.
Dia mengatakan, tindakan pencegahan sederhana dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan permukiman.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk memastikan api yang ada di dapur itu padam pada saat kita mau tidur, listrik-listrik yang tidak termanfaatkan itu bisa kita matikan, tidak ada yang tercolok dan lain sebagainya yang berpotensi untuk menimbulkan kebakaran,” katanya.
Aulia memastikan bahwa Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan petugas serta unsur terkait di lapangan untuk menangani dampak kebakaran.
Koordinasi tersebut mencakup penyusunan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.
Untuk penanganan awal, pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan mendesak warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun kehilangan atau mengalami kerusakan harta benda akibat kebakaran.
Salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan anak-anak dari keluarga terdampak tetap dapat mengikuti kegiatan pendidikan.
Aulia menilai penanganan pascakebakaran tidak cukup hanya berfokus pada kondisi bangunan yang rusak, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat yang menjadi korban.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengurangi beban warga melalui pemenuhan kebutuhan dasar sembari menyiapkan langkah penanganan berikutnya.
“Jangka pendek kita bagaimana warga masyarakat kita yang ada di sekitar itu tidak terhalang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada, nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” pungkasnya.






