MASATA Audiensi dengan Wagub Kaltim, Sektor Pariwisata Bersiap Sambut IKN 2028

Foto bersama pasca audiensi, Wakil Gubernur Kaltim, Jajaran MASATA dan Dinas Pariwisata Kaltim. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM — Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kaltim melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026). Pertemuan ini membahas strategi pengembangan sektor pariwisata daerah seiring persiapan menyambut pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua MASATA Kaltim, Marsela, menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan kompetitif, namun belum dikelola secara optimal. Menurutnya, sinergi antara partisipasi masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menggerakkan sektor ini.
“Kami sadar akan potensi pariwisata Kaltim ini, begitu indah dan tak kalah saing dari daerah lain. Jadi kami datang untuk minta izin sekalian minta dukungan pemerintah ke depannya,” ujar Marsela.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Kaltim Seno Aji memproyeksikan lonjakan kunjungan dan aktivitas pariwisata pada 2028 mendatang, seiring beroperasinya IKN secara penuh dan berpindahnya aktivitas perkantoran kepresidenan ke wilayah tersebut.
“Tahun 2028 itu akan ramai, terutama terkait pariwisata, karena IKN diaktifkan dan nantinya pemerintahan presiden sudah mulai berkantor di sana,” ujar Seno.
Terkait bentuk dukungan, Seno menjelaskan bahwa pemerintah daerah senantiasa mengapresiasi inisiatif positif untuk kemajuan daerah. Ia mengarahkan agar setiap pengajuan dukungan dikoordinasikan secara spesifik melalui Dinas Pariwisata Kaltim. Kendati demikian, ia juga mendorong kemandirian kelompok masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah saat ini.
“Disampaikan ke Dinas Pariwisata kalau misal mau ada dukungan ke pemerintah, nanti dilihat bagian mana yang dapat dibantu. Kecuali memang berjalan secara mandiri itu juga lebih bagus lagi, artinya lebih kreatif, apalagi melihat anggaran daerah juga menurun sebab efisiensi,” sambung Seno.
Selain itu, Seno juga menginstruksikan Dinas Pariwisata Kaltim untuk segera merumuskan regulasi daerah, seperti Peraturan Daerah (Perda). Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin aspek keamanan, kenyamanan, serta memitigasi potensi kecelakaan dan kasus yang melibatkan wisatawan.
“Dinas Pariwisata bisa buat aturan, khawatir adanya kasus kecelakaan yang terjadi, jadi perlu aturan agar tidak terjadi lagi kecelakaan-kecelakaan lainnya,” pungkasnya.






