Lurah Baru Puji Semangat Balakarcana Sangaji

Foto bersama para relawan di Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Tenggarong. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA – Lurah Baru, Kecamatan Tenggarong, Bayu Nugraha Bani Ramanda, mengapresiasi semangat para relawan Balakarcana Sangaji dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Tenggarong.
Hal tersebut disampaikan Bayu saat berkumpul bersama para relawan di Balakarcana Sangaji yang kini telah memasuki usia tujuh tahun.
Menurutnya, keberadaan para relawan menjadi semakin penting di tengah kondisi musim kemarau yang tidak hanya berdampak terhadap berkurangnya curah hujan, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran.
“Hari ini kita semua berkumpul di Balakarcana Sangaji, bahwa Balakarcana Sangaji ini sudah berusia tujuh tahun. Alhamdulillah, semangat kawan-kawan juga kami rasakan adalah sangat luar biasa,” kata Bayu, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, musim kemarau membawa sejumlah dampak yang perlu diantisipasi bersama. Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan, kondisi sejumlah sungai juga mulai mengalami penyusutan.
“Jadi kita ketahui musim kemarau ini bukan hanya berdampak tentang tidak ada hujan, tapi juga ada kebakaran hutan, lahan, bahkan sungai-sungai kita yang mulai menyusut,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurut Bayu, membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Penanganan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan).
“Dan tentunya partisipasi dari semua pihak memang sudah disampaikan tadi, bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD dan Disdamkarmatan, tetapi ada partisipasi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Bayu menyebut terdapat delapan relawan kebakaran atau Balakar di Kecamatan Tenggarong.
Seluruh unsur tersebut, kata dia, telah membangun hubungan dan koordinasi yang semakin kuat dalam penanganan kebakaran di wilayah kecamatan.
“Hari ini kami bersama delapan relawan kebakaran atau Balakar yang ada di Kecamatan Tenggarong itu sudah, alhamdulillah, terjalin silaturahmi yang sangat luar biasa,” katanya.
Ia menerangkan, para relawan juga telah aktif melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan selama kurang lebih dua bulan terakhir.
“Sudah dalam kurun waktu dua bulan ini melakukan penanganan-penanganan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Tenggarong,” jelasnya.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa peran relawan menjadi salah satu bagian penting dalam respons awal ketika terjadi kebakaran di wilayah masyarakat.
Keberadaan Balakar di tingkat kelurahan maupun kecamatan juga memungkinkan penanganan dilakukan lebih dekat dengan lokasi kejadian, terutama ketika membutuhkan respons cepat.
Bayu juga menjelaskan proses penetapan Balakarcana Sangaji sebagai Posko Penanganan Karhutla Tingkat Kecamatan Tenggarong berlangsung dalam waktu relatif singkat.
“Dan alhamdulillah, Pak Camat dalam waktu singkat kemarin sudah menetapkan Posko Balakarcana Sangaji ini sebagai Pos Karhutla Tingkat Kecamatan Tenggarong,” ungkapnya.
Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Tenggarong.
Dengan adanya posko, para relawan dari berbagai Balakar dapat memiliki titik koordinasi ketika melakukan penanganan maupun menghadapi potensi kebakaran.
Selain melihat aktivitas para relawan, Bayu bersama pihak terkait juga meninjau kesiapan peralatan yang dimiliki Balakarcana Sangaji.
Ia menyebut peralatan, termasuk alat pelindung diri (APD), menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan dan kesiapan relawan ketika berada di lapangan.
“Tadi sudah kita tinjau bersama alat-alat, APD, dan sebagainya,” tutupnya.






