Aulia Dorong Generasi Muda Teladani Semangat Juang Sultan Aji Muhammad Idris

0
20260518_112803

KATANUSANTARA.COM – Bupati Aulia Rahman Basri mengajak generasi muda di Kutai Kartanegara meneladani semangat perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai sosok patriot daerah yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam sejarah Nusantara.

Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri Diskusi Publik dan Pameran Produk Olahan Etam yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia di Pasar Tangga Arung Square, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Aulia mengaku baru menerima satu bundel buku dari Prof Rokima Kusuma yang merupakan bagian dari tim pengusul gelar pahlawan nasional untuk Sultan Haji Muhammad Idris.

Menurutnya, buku tersebut penting dibaca masyarakat Kukar karena memuat banyak nilai perjuangan dan keteladanan yang relevan bagi generasi saat ini.

“Menurut saya, masyarakat Kutai wajib membaca buku ini. Saya berharap nanti bisa diperbanyak melalui Dinas Kebudayaan, bahkan dibuat versi yang lebih ringan seperti karikatur agar mudah dipahami anak-anak sekolah,” ujarnya.

Aulia menilai kisah hidup Sultan Aji Muhammad Idris mampu mengubah pandangan lama terhadap karakter masyarakat Kutai.

Ia menyebut sosok sultan tersebut menunjukkan keberanian meninggalkan kenyamanan istana demi ikut berjuang melawan penjajah.

“Selama ini ada anggapan orang Kutai tidak suka merantau. Tapi setelah membaca kisah beliau, kita justru melihat keberanian besar meninggalkan wilayah kesultanan demi perjuangan,” katanya.

Ia menegaskan nilai patriotisme Sultan Aji Muhammad Idris tetap relevan diwariskan kepada generasi muda, meskipun bentuk perjuangan masa kini berbeda dibanding era penjajahan.

“Hari ini kita memang tidak lagi berperang melawan penjajah, tetapi kita sedang berjuang menghadapi tantangan masa depan. Jiwa petarung dan patriotisme beliau harus hidup dalam diri anak-anak Kukar,” tegas Aulia.

Selain itu, ia juga mendorong agar sejarah dan keteladanan Sultan Aji Muhammad Idris dapat dimasukkan dalam muatan lokal pendidikan di sekolah-sekolah Kukar.

Menurutnya, penting bagi pelajar mengenal tokoh besar dari daerahnya sendiri agar tumbuh rasa bangga terhadap sejarah Kutai Kartanegara.

“Anak-anak kita harus bangga bahwa dari tanah Kutai lahir tokoh besar yang memberi inspirasi bagi Nusantara,” ucapnya.

Aulia turut menyinggung loyalitas para pengikut Sultan Aji Muhammad Idris yang tetap setia hingga akhir perjuangan. Nilai kesetiaan itu, kata dia, menjadi salah satu karakter masyarakat Kutai yang diwariskan secara turun-temurun.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan hasil pembahasan antara Kesultanan Kutai, Pemerintah Wajo, dan tim pengusul gelar pahlawan nasional terkait wacana pemindahan makam Sultan Haji Muhammad Idris ke Kukar.

Menurut Aulia, semua pihak sepakat makam tersebut tetap berada di Wajo demi menjaga nilai sejarah dan hubungan emosional kedua daerah.

“Kami tidak ingin memutus hubungan sejarah antara Kukar dan Wajo. Makam beliau di sana dihormati masyarakat dan menjadi simbol persaudaraan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan diskusi sejarah tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi terus dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin memahami akar sejarah Kutai Kartanegara sebagai salah satu pusat peradaban awal di Kalimantan Timur.

“Kita boleh bicara Samarinda dan Balikpapan sebagai pusat ekonomi. Tapi kalau bicara asal-usul Kalimantan Timur, jawabannya ada di Kukar,” pungkasnya. (Fai)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *