BKKD Meledak Tiga Kali Lipat, DPMDes Kutim Gaspol Perkuat RT di 2025

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Kutai Timur memasuki fase percepatan baru. Pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) memastikan skema dukungan ini akan diperluas secara agresif pada tahun anggaran 2025.
Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat pembangunan di tingkat RT sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Penguatan RT bukan hanya soal anggaran, tetapi soal memastikan mereka punya daya gerak nyata untuk menjawab kebutuhan warganya,” ujar Basuni dalam keterangannya.
Menurutnya, dorongan anggaran tahun ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan pembangunan di desa tidak lagi tersendat hanya karena minim dukungan pada unit terkecil masyarakat.
Selama beberapa tahun terakhir, alokasi BKKD untuk RT memang berjalan, namun dinilai belum mampu menjawab kebutuhan riil, terutama untuk perbaikan lingkungan, operasional, serta program pemberdayaan.
Melihat kondisi itu, pemerintah daerah akhirnya memutuskan untuk menaikkan dukungan anggaran secara signifikan agar efeknya dapat dirasakan lebih cepat.
Basuni menyebut bahwa lonjakan nilai bantuan dilakukan agar RT mampu menjalankan lebih banyak program tanpa harus menunggu proses panjang dari tingkat desa maupun kecamatan.
“Tahun ini kami naikkan menjadi Rp250 juta per RT agar mereka benar-benar punya ruang gerak yang memadai,” tegas Basuni.
Kenaikan tiga kali lipat ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur pemerintahan desa sekaligus mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Melalui dorongan anggaran yang lebih besar, DPMDes Kutim berharap seluruh RT dapat meningkatkan kinerja, transparansi, serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan skema baru tersebut, pemerintah optimistis bahwa 2025 menjadi momentum percepatan pembangunan desa yang lebih merata dan berdampak langsung bagi warga.(ADV)






