Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Herry Asdar Prioritaskan Jalan Penghubung Muara Badak dan Anggana - katanusantara.com

Herry Asdar Prioritaskan Jalan Penghubung Muara Badak dan Anggana

0

Foto : Wakil Ketua Sementara DPRD Kukar Herry Asdar. (Kata Nusantara/Red)

KATANUSANTARA.COM – Kutai Kartanegara – Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Herry Asdar mengatakan bahwa jalan penghubung antara Kecamatan Muara Badak dan Anggana menjadi skala prioritasnya.

Ia menilai akses jalan penghubung tersebut merupakan titik paling krusial yang harus secepat mungkin diselesaikan di Dapil III.

Pasalnya, jalan tersebut menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat setempat.

“Infrastruktur jalan penghubung antar  Kecamatan ini harus wajib diselesaikan. Makanya anggaranya tiap tahun pasti akan dimasukkan terus,” kata dia dihadapan awak media, Sabtu (29/9/2024).

Menurut informasi terbaru, ia mengungkapkan bahwa kondisi pembangunan jalan poros Anggana dan Muara Badak sedikit lagi akan selesai.

Maka dari itu, dia berkomitmen akan mendorong percepatan penyelesaian jalan tersebut. Setidaknya, di tahun 2025 sudah rampung.

“Udah ada update, tapi masih tinggal beberapa kilo memang yang belum tersambung. Kalau enggak salah itu masih ada sekitar 10 Kiloan,” terang Herry.

Dia menerangkan meskipun saat ini ada jalan alternatif lain, tetapi akses tersebut tidak efektif jika dilalui oleh masyarakat karena merupakan jalan perusahaan.

“Namanya lewat jalan perusahaan kan aksesnya terbatas. Mending kita punya jalan sendiri,” pungkasnya. (adv/rf).

 

Redaksi Katanusantara.com

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *