Pemkab Kukar Fokus Perluas Pemenuhan Program MBG hingga Wilayah 3T

0
02 nov 26 (kanus) - news 2

KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperluas pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah daerah menilai pemerataan akses layanan masih menjadi tantangan utama dibandingkan peningkatan kualitas pelaksanaan program.

Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, menyampaikan hal tersebut saat menanggapi informasi mengenai rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyiapkan insentif hingga Rp1 triliun bagi daerah yang kreatif dalam mengelola program MBG.

Menurut Aulia, tantangan pelaksanaan MBG di Kukar berbeda dengan daerah-daerah di Pulau Jawa atau wilayah lain yang memiliki akses geografis lebih mudah.

Di daerah tersebut, pembahasan program kemungkinan sudah mengarah pada peningkatan kualitas layanan.

“Kita di sini masih berfokus memastikan seluruh anak dapat memperoleh layanan MBG secara memadai,” ucap dia, Senin (2/11/2026).

Kondisi geografis Kukar yang memiliki wilayah luas dan jarak antardaerah cukup jauh menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemerataan program.

Hingga saat ini, pelaksanaan MBG dinilai lebih mudah dioptimalkan di kawasan perkotaan dan daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Sementara itu, sejumlah wilayah yang memiliki tantangan geografis membutuhkan upaya lebih besar agar pemenuhan program dapat berjalan dengan baik.

Aulia mencontohkan Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut yang sudah mendapatkan pemenuhan MBG, tetapi masih menghadapi kondisi sebagai wilayah kategori 3T.

Karakteristik wilayah tersebut membuat proses pemenuhan kebutuhan program membutuhkan perhatian dan usaha tersendiri.

Pemerintah daerah pun terus mendorong agar pelayanan MBG dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata, termasuk di kawasan yang aksesnya tidak semudah daerah perkotaan.

Aulia menegaskan, Pemkab Kukar memandang MBG sebagai program yang baik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Melalui program tersebut, anak-anak diharapkan memperoleh asupan gizi sesuai standar yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendukung pelaksanaan program tersebut sembari memperhatikan tantangan yang dihadapi di setiap wilayah.

Pemerataan layanan menjadi perhatian agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang tinggal di pusat perkotaan.

Selain mendukung MBG, Pemkab Kukar juga melengkapi upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis bagi balita dan lanjut usia (lansia).

Program tambahan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan gizi kelompok masyarakat di luar sasaran utama MBG.

Dengan adanya dukungan tersebut, Aulia menilai pelaksanaan program pemenuhan gizi di Kukar terus berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Ia pun menegaskan bahwa tantangan geografis menjadi perhatian pemerintah dalam memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk memastikan bahwa anak-anak kita itu memperoleh gizi yang standar sesuai dengan pertumbuhan mereka. Dan kita di Kukar, MBG yang sudah baik ini kita lengkapi lagi dengan program Makan Bergizi Gratis untuk balita dan lansia. Jadi, kalau menurut hemat kami, ya tidak terlalu menjadi isu lah kalau di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *