Dispar Kukar Puji Keberhasilan Pesta Laut Pesisir Nusantara di Samboja

Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026. (Istimewa)
KATANUSANTARA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memuji keberhasilan pelaksanaan Pesta Laut Pesisir Nusantara di Samboja yang berlangsung meriah selama tiga hari.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas pariwisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor ekonomi kreatif setempat.
Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai Pesta Laut Pesisir berlangsung dengan baik, meskipun dampak ekonominya masih perlu dihitung dan dievaluasi lebih lanjut.
“Meriah, mantap,” serunya, Sabtu (24/10/2026).
Awang Agus menjelaskan, rangkaian kegiatan itu berlangsung selama tiga hari dan baru selesai sekitar satu minggu sebelum wawancara dilakukan.
Karena itu, Dispar Kukar masih mengumpulkan data untuk mengetahui dampak penyelenggaraan acara terhadap perekonomian masyarakat.
Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari perputaran uang selama kegiatan berlangsung, jumlah pelaku UMKM yang terlibat, hingga perkembangan aktivitas ekonomi kreatif yang muncul selama acara.
Menurutnya, penghitungan diperlukan agar pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai manfaat kegiatan tersebut, khususnya dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
“Kami ingin mengetahui berapa besar perputaran uang selama kegiatan berlangsung, bagaimana peningkatan jumlah pelaku UMKM yang terlibat, serta sejauh mana sektor ekonomi kreatif bergerak selama acara tersebut,” jelasnya.
Selain dampak ekonomi, Dispar Kukar juga masih menghitung paket kunjungan wisatawan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pesta Laut Pesisir.
Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan kunjungan wisata selama kegiatan berlangsung.
Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi bahan untuk melihat potensi kegiatan serupa dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Namun, besaran dampak ekonomi dan peningkatan kunjungan wisatawan masih menunggu hasil penghitungan tim.
Dia menerangkan bahwa Pesta Laut Pesisir Samboja tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan tradisi melarung yang memiliki makna bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Awang menjelaskan, melarung merupakan tradisi menghanyutkan sesajen ke laut. Berdasarkan pemahamannya, tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat Samboja atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
“Berdasarkan pemahaman saya, tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Samboja atas hasil tangkapan ikan yang melimpah. Kegiatan itu menjadi ungkapan sukacita dan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang mereka peroleh,” pungkasnya.






