Bupati Kukar Ungkap Ada Dua Tim yang Jaga Geliat Perekonomian Daerah

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr. Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa terdapat dua tim yang memiliki peran penting dalam menjaga geliat perekonomian daerah, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kedua tim tersebut menjalankan fungsi yang saling melengkapi. TPID berfokus pada pengendalian inflasi, sedangkan TPAKD mendorong perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk pembiayaan untuk kegiatan usaha produktif.
Aulia mengatakan, kinerja TPID Kukar menunjukkan hasil positif. Selama empat tahun berturut-turut, Kukar berhasil meraih peringkat pertama dalam pengendalian inflasi untuk wilayah Pulau Kalimantan.
“Kukar selalu menjadi juara pertama untuk wilayah Pulau Kalimantan,” ungkap dia, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, capaian tersebut memperlihatkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan upaya pengendalian inflasi.
Penghargaan terbaru juga kembali menempatkan Kukar pada posisi teratas berdasarkan penilaian tingkat wilayah pulau.
Selain mempertahankan kinerja pengendalian inflasi, Pemkab Kukar kini berupaya mengejar target TPAKD melalui program yang memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada masyarakat.
Salah satu implementasinya adalah Kredit Kukar Idaman Terbaik. Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memperoleh pinjaman dengan beban pembayaran yang lebih ringan melalui subsidi bunga dari pemerintah daerah.
Aulia menjelaskan, dalam skema tersebut, bunga pinjaman yang ditetapkan pihak perbankan akan ditanggung oleh Pemkab Kukar.
Dengan demikian, masyarakat penerima kredit cukup mengembalikan pokok pinjaman sesuai jumlah dana yang diterima.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini meliputi petani, nelayan, peternak, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau untuk TPAKD, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, memang kita sedang mengejar targetnya. Salah satu implementasinya adalah Kredit Kukar Idaman Terbaik, yang merupakan salah satu wujud program TPAKD,” terangnya.
Melalui subsidi tersebut, pemerintah daerah berupaya mengurangi beban biaya pembiayaan yang selama ini harus diperhitungkan masyarakat ketika mengakses kredit perbankan.
Aulia memberikan contoh, apabila seorang pelaku usaha memperoleh pinjaman sebesar Rp50 juta, jumlah yang wajib dikembalikan cukup sebesar pokok pinjaman tersebut.
“Misalnya meminjam Rp50 juta, yang dibayar Rp50 juta saja. Bunganya, dengan margin antara 9–12 persen, ditanggung oleh pemerintah daerah,” pungkas Aulia.






