Rendi Solihin Harap Erau Bisa Makin Besar Melalui KEN

Foto bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri bersama ratusan penari Erau Adat Kutai 2026. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Masuknya Festival Erau Adat Kutai 2026 dalam jajaran Top 100 Karisma Event Nusantara (KEN) diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong agar penyelenggaraan Erau ke depan terus mengalami peningkatan, baik dari sisi konsep, kualitas maupun skala pelaksanaannya.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan status Erau sebagai bagian dari KEN harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya tahun depan masuk dan lebih besar,” kata dia, Minggu (20/9/2026).
Bahkan, Rendi mengungkapkan keinginannya untuk terlibat lebih jauh dalam penyelenggaraan Erau tahun depan.
Ia secara khusus menyampaikan keinginan tersebut dalam konteks membantu merancang konsep dan pengembangan event.
“Kalau bisa saya jadi ketua panitia deh tahun depan. Mudah-mudahan bisa. Mudah-mudahan bisa,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan konsep Erau tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan posisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan adat dan budaya Erau.
“Dari luar variabel Kesultanan mungkin boleh. Saya pengen gatel juga, pengen bantu secara jauh. Artinya dari konsep mungkin kita bisa bikin,” tuturnya.
Rendi menilai masuknya Erau ke dalam KEN bukan pencapaian yang sederhana. Sebab, event tersebut harus melewati proses kurasi dan memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.
“Karena standar KEN juga harus berubah. Standar KEN bukan standar yang main-main, menang dari 3.000 lebih pendaftar di KEN itu suatu prestasi,” sebutnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak berhenti hanya pada tahun 2026.
Menurut Rendi, status sebagai bagian dari KEN harus diikuti dengan progres yang terlihat pada penyelenggaraan selanjutnya.
“Jangan sampai tahun depan langsung hilang lagi, karena kita tidak menunjukkan suatu progres,” tegas dia.
Ia menyebut Kementerian Pariwisata memiliki mekanisme verifikasi terhadap penyelenggaraan event yang masuk dalam KEN.
Artinya, penyelenggara perlu menunjukkan perkembangan dan peningkatan kualitas agar keberadaan Erau dalam agenda pariwisata nasional dapat terus dipertahankan.
“Jadi Kementerian juga punya syarat untuk verifikasi setiap langkahnya,” katanya.
Rendi juga mengungkapkan bahwa masuknya Erau ke dalam KEN 2026 tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Kukar bersama DPRD Kukar untuk berkomunikasi langsung dengan Kementerian Pariwisata.
Sekitar dua bulan sebelum penyelenggaraan Erau, dia bersama anggota DPRD Kukar mendatangi Kementerian Pariwisata untuk membahas status Erau dalam agenda KEN.
“Alhamdulillah ini juga hasil dari perjuangan teman-teman anggota DPRD. Kemarin kami dampingi ke Kementerian Pariwisata dua bulan lalu, dan alhamdulillah menghasilkan ini,” ungkapnya.
Rendi menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kukar sempat mempertanyakan kepastian masuknya Erau ke dalam KEN.
Hal tersebut berkaitan dengan komitmen yang pernah disampaikan Menteri Pariwisata pada penyelenggaraan Erau tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, Menteri Pariwisata sebelumnya telah menyampaikan dalam sambutannya bahwa Erau akan masuk KEN pada tahun berikutnya.
“Kami kemarin sempat melongarkan uneg-uneg langsung ke Ibu Menteri, yang sudah menjanjikan secara langsung di sambutannya pada tahun lalu di sini, bahwa tahun depan Erau akan masuk KEN,” tuturnya.
Namun, hingga mendekati pelaksanaan Erau 2026, status tersebut belum kunjung terlihat dalam daftar.
“Ternyata sampai H-3 bulan belum masuk. Sehingga H-2 bulan kami datang ke kementerian dan alhamdulillah terjadilah ini,” katanya.
Rendi menegaskan, keberhasilan Erau masuk dalam KEN merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
“Ini berkat perjuangan teman-teman Komisi 2, kalau tidak salah, dan komisi gabungan waktu itu, dua bulan yang lalu di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” pungkasnya.







