23 sep 26 (kanus) - news 2

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren peningkatan meski pemerintah daerah masih berada dalam kondisi efisiensi anggaran.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan sektor pariwisata tetap mampu bertahan melalui pelaksanaan berbagai festival serta pengembangan sejumlah destinasi baru dapat menjadi pemantik kunjungan wisatawan.

“Pariwisata di Kukar menunjukkan tren yang baik, terus terjadi peningkatan. Walaupun di tengah efisiensi yang terjadi, kita tetap bisa bertahan, tetap ada festival-festival dilaksanakan, tetap ada bangunan-bangunan destinasi yang menjadi pemantik pariwisata di Kutai Kartanegara,” kata Rendi, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, salah satu contoh pengembangan destinasi yang dapat menjadi daya tarik baru adalah Arbizz Space yang berada di Tuah Himba.

Selain itu, masih terdapat sejumlah titik destinasi lain yang sedang dan akan dikembangkan untuk memperkuat daya tarik wisata di Kukar.

Pengembangan destinasi tersebut dinilai penting karena pertumbuhan pariwisata tidak hanya bergantung pada pelaksanaan festival, tetapi juga membutuhkan tempat-tempat wisata yang dapat membuat wisatawan datang dan menghabiskan waktu lebih lama di Kukar.

Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah juga tetap menjalankan sejumlah festival.

“Dan festival juga sudah mulai dijalankan di tengah efisiensi ini, pasti juga untuk menggait pariwisata yang ada di Kutai Kartanegara dan bahkan nasional,” ujarnya.

Rendi mengungkapkan, Kementerian Pariwisata telah memberikan perhatian terhadap tantangan pengembangan pariwisata Kukar.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan adalah mengubah pola kunjungan wisatawan.

Kukar tidak cukup hanya menjadi lokasi yang dikunjungi dalam waktu singkat atau sekadar tempat persinggahan.

“Kutai Kartanegara harus menjadi destinasi, bukan hanya tempat untuk persinggahan yang short term, tapi juga bisa people spend money di Kutai Kartanegara,” jelas Rendi.

Ia menekankan, semakin besar pengeluaran wisatawan selama berada di Kukar, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dapat tercipta dari sektor pariwisata.

“Orang harus spend uangnya di Kutai Kartanegara, baru Kutai Kartanegara bisa meningkat di pariwisatanya secara keseluruhan,” katanya.

Rendi menyebut keberadaan UMKM dan tingkat okupansi hotel sebagai bagian penting dalam melihat dampak perkembangan pariwisata.

Menurutnya, ketika wisatawan datang, menginap, membeli produk UMKM, menikmati kuliner, serta menggunakan berbagai layanan lokal, maka manfaat ekonomi dari sektor pariwisata akan semakin terasa di daerah.

“Terkait UMKM dan okupasi hotel penuh, itu menjadi variabel utama pariwisata di Kutai Kartanegara meningkat,” ungkapnya.

Karena itu, pengembangan pariwisata Kukar perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menghubungkan agenda festival, destinasi wisata, UMKM, sektor perhotelan, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Nah, bagaimana caranya Kutai Kartanegara pariwisatanya bisa tumbuh? Ya, sudah, festival seperti Erau ini harus tetap dilaksanakan dan dilestarikan,” tegasnya.

Menurut Rendi, berbagai festival yang selama ini berkembang di 20 kecamatan di Kukar perlu terus dipertahankan.

“Bahkan kapasitasnya diperbesar ke depan. Jadi nanti kita ada agenda One District, One Festival,” ujarnya.

Tidak berhenti pada agenda berbasis kecamatan, Rendi juga menyampaikan gagasan One Company, One Festival yang dapat mulai diterapkan pada tahun depan.

Melalui konsep tersebut, perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kukar harus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata daerah dengan menyelenggarakan festival.

Menurut Rendi, keterlibatan perusahaan melalui kegiatan tersebut bukan hanya mengenai penyelenggaraan acara, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap ekosistem pariwisata Kukar.

“Artinya apa? Jelas, kontribusinya untuk pariwisata,” tegasnya.

Rendi turut menggambarkan besarnya potensi ekonomi yang dapat diperoleh Kukar apabila mampu menarik sebagian kecil dari perputaran uang sektor pariwisata nasional.

Ia menyebut perputaran uang sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp7,1 triliun.

Apabila Kukar mampu menarik satu persen saja dari angka tersebut, maka sekitar Rp70 miliar berpotensi berputar di Kukar melalui sektor pariwisata.

Rendi menilai target tersebut dapat menjadi peluang bagi Kukar karena daerah ini memiliki kekayaan budaya serta karakter destinasi yang beragam di setiap wilayah.

“Itu sangat mungkin untuk Kutai Kartanegara, karena kita kota budaya, khususnya Tenggarong, dan 20 kecamatan punya daya tarik tersendiri. Sehingga ke depannya festival di One District, One Festival,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *