Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Unmul dan Universitas LDE Belanda Kunjungi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura - katanusantara.com

Unmul dan Universitas LDE Belanda Kunjungi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

0

Foto : Perwakilan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Belanda Bersama Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.(Red)

KATANUSANTARA.COM – Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Universitas Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Belanda melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (2/2/2026).

Rombongan Universitas Mulawarman dihadiri oleh Guru Besar Fakultas Kehutanan Prof. Rudianto Amirta, Prof. Irawan Wijaya Kusuma, serta jajaran akademisi lainnya. Sementara dari Universitas LDE Belanda hadir Prof. Steffen Nijhuis bersama delegasi.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, didampingi ibunda Hj. Ratu Praboeningrat, Pangeran Noto Negoro Muhammad Heriansyah, serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul, Prof. Rudianto Amirta, menyampaikan bahwa selama ini pemahaman mengenai kultur dan budaya Kutai Kartanegara di lingkungan akademik masih sangat terbatas, termasuk di Universitas Mulawarman.

“Di kampus Mulawarman sendiri, kita tidak banyak melihat artefak maupun informasi tentang budaya dan sejarah Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemahaman tersebut mulai terbuka setelah dirinya menerima presentasi dari Pangeran Noto Negoro Muhammad Heriansyah yang memaparkan kekayaan budaya, desain arsitektur, serta sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.

Dari paparan tersebut, kata dia, dirinya mengajukan izin kepada Sultan Kutai Kartanegara untuk mengangkat informasi budaya dan sejarah Kutai Kartanegara ke dalam program akademik melalui Tesis Laboratorium (Tesis Lab).

“Kami mewakili Unmul bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi Belanda, yakni Leiden University, Delft University of Technology, dan Erasmus University. Alhamdulillah, konsep yang kami ajukan diterima,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bukti komitmen Unmul untuk mengenalkan budaya Kutai Kartanegara ke tingkat global, mengingat selama ini representasi budaya Kalimantan Timur di kancah internasional belum secara spesifik menampilkan Kutai Kartanegara.

Ia juga menyoroti minimnya simbol dan artefak Kerajaan Kutai di lingkungan Universitas Mulawarman.

“Nama Mulawarman ada, tetapi kita tidak banyak tahu tentang Mulawarman. Artefak sejarah seperti Yupa pun belum hadir di lingkungan kampus,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, ia banyak mendapatkan masukan dari Sultan Kutai Ing Martadipura agar nilai-nilai sejarah dan budaya Kutai Kartanegara dapat dikenalkan lebih luas kepada masyarakat dan dunia pendidikan.

Delegasi perguruan tinggi Belanda pun, sambung dia, sangat mengapresiasi kekayaan budaya Kutai Kartanegara dan membuka diskusi mengenai potensi kerja sama ke depan, baik dalam pengembangan budaya, pembangunan daerah, maupun sistem pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bersama perguruan tinggi Belanda berencana membangun kerja sama tripartit dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) melalui konsorsium pengembangan program studi dan sumber daya manusia.

“Unmul akan memanfaatkan jejaring internasional yang dimiliki untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, sarana, dan infrastruktur di Unikarta, dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin melalui Pangeran Noto Negoro Muhammad Heriansyah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya menggali sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Dalam kunjungan ini, para akademisi ingin menggali formasi sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, sekaligus mempelajari tipologi arsitektur Kutai yang berkembang di wilayah Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat membuka peluang pertukaran budaya bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami nilai-nilai historis dan kearifan lokal Kutai Kartanegara.

Kesultanan Kutai Kartanegara, sambung dia, menyambut baik rencana kolaborasi antara universitas dan lembaga adat tersebut, terutama dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kolaborasi ini penting untuk membangun sumber daya manusia Kukar yang unggul, berkualitas, dan berintegritas, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya yang berkelanjutan untuk masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara sangat terbuka dengan rencana kolaborasi dengan Unmul.

“Bagaimana simbol-simbol Mulawarman, Kutai Kartanegara, dan Kerajaan Kutai itu tidak hanya hadir dalam nama, tetapi juga tercermin dalam ornamen dan nilai-nilai yang hidup di lingkungan Universitas Mulawarman,” pungkasnya. (*)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *