Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Bongkar Kisah Lama! Ardiansyah Ungkap Kutim Pernah Jadi “Garda Terdepan” Saat Padang Dilanda Bencana - katanusantara.com

Bongkar Kisah Lama! Ardiansyah Ungkap Kutim Pernah Jadi “Garda Terdepan” Saat Padang Dilanda Bencana

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menyinggung rekam jejak daerah dalam membantu penanganan bencana nasional. Salah satu momen yang mencuat adalah ketika gempa besar melanda Padang pada 2010, di mana Kutim menjadi salah satu daerah yang bergerak paling cepat memberikan bantuan.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Kutim sudah lama menjadikan solidaritas sebagai bagian dari identitasnya. Pada masa itu, pemerintah daerah disebut tidak perlu menunggu instruksi pemerintah pusat untuk turun tangan.

“Kalau tidak salah ingatan saya, waktu bencana Padang tahun 2010, sayalah yang langsung membawa bantuan ke sana. Itu masa ketika Kutim bergerak tanpa menunggu komando panjang,” ungkap Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.

Ia menyebut bahwa respons cepat tersebut tidak lepas dari kekompakan pemerintah daerah, masyarakat, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim. Seluruh elemen bahu-membahu memberikan apa yang bisa disumbangkan.

Pada waktu itu, Kutim bukan hanya mengirimkan bantuan logistik, tetapi juga menggerakkan relawan serta dukungan teknis untuk mempercepat proses pemulihan. Kehadiran langsung dari perwakilan Kutim menjadi bukti komitmen nyata daerah dalam mendukung korban bencana.

Ardiansyah menilai bahwa momen tersebut adalah salah satu yang paling melekat dalam perjalanan kariernya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana bantuan dari Kutim diterima dengan penuh haru oleh warga setempat.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa semangat gotong royong itu tidak muncul secara tiba-tiba. Budaya kepedulian sudah lama terbentuk di Kutai Timur, sehingga setiap ada bencana di daerah lain, bantuan hampir selalu mengalir tanpa harus diminta.

Bupati juga menyoroti bagaimana perusahaan-perusahaan di Kutim kala itu ikut mengambil peran besar. Tanpa menunggu rapat atau instruksi formal, mereka langsung menyerahkan sumbangan melalui pemerintah daerah.

Walau demikian bantuan sosial kepada daerah terdampak bencana saat ini (Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh) harus melalui mekanisme yang tepat sebab saat ini semua administrasi harus disusun agar tidak menimbulkan masalah apapun kedepannya.

“Skema bantuan waktu itu berjalan sangat cepat. Perusahaan-perusahaan di Kutim langsung ikut bergerak tanpa menunggu arahan apa pun, semua berinisiatif sendiri,” tegas Ardiansyah mengingat kembali kejadian tersebut.

Ia berharap semangat tersebut tetap hidup hingga sekarang, terutama di tengah kondisi Indonesia yang sering dilanda bencana alam. Kutim diharapkan tetap menjadi daerah yang tidak hanya kuat di internal, tetapi juga sigap membantu daerah lain.

Kisah tahun 2010 itu kini kembali menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih tanggap, cepat, dan kolaboratif untuk masa-masa mendatang.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *