Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Disnakertrans Kutim Dorong Pisang Kalbana dan Sambal Nanas Jadi Komoditas Ekspor Daerah - katanusantara.com

Disnakertrans Kutim Dorong Pisang Kalbana dan Sambal Nanas Jadi Komoditas Ekspor Daerah

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Dua produk lokal unggulan Kutai Timur (Kutim), yakni pisang Kalbana dari Kaliorang dan sambal nanas khas Batu Ampar, kini tengah dipersiapkan untuk menembus pasar ekspor. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutim mengambil peran penting dalam mendampingi pelaku usaha transmigran agar siap bersaing di pasar global.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan produksi, tetapi juga pendampingan dari segi kualitas, kemasan, hingga pemasaran.

“Kami ingin masyarakat transmigrasi memiliki produk yang siap ekspor, baik dari sisi rasa maupun standar mutu,” ujarnya.

Roma menilai pisang Kalbana memiliki karakteristik unik dan cocok untuk pasar internasional, sedangkan sambal nanas Batu Ampar menjadi ikon kuliner khas yang punya potensi besar jika dikembangkan dengan strategi yang tepat.

Selain pelatihan, Disnakertrans juga menggandeng pelaku usaha dan lembaga ekspor nasional untuk memastikan kesiapan produk dari segi legalitas dan izin edar.

Pemerintah berkomitmen membuka akses kerja sama yang lebih luas bagi para pelaku usaha kecil di daerah.

“Kami ingin masyarakat tak hanya memproduksi, tapi juga menguasai pasar. Dari situ mereka bisa mandiri secara ekonomi,” tegas Roma.

Upaya ini merupakan bagian dari program besar pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kawasan transmigrasi.

Kutim ingin menjadikan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berorientasi ekspor.

Dengan langkah pembinaan berkelanjutan, Disnakertrans yakin produk lokal Kutim mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok global.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *