Pembangunan Gedung Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta Dimulai, Anggaran Rp8,96 Miliar Digelontorkan

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pembangunan Gedung Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta yang berlokasi di Jalan Pongtiku, Sangatta Utara. Pembangunan ini menandai langkah besar bagi jemaat Toraja di wilayah tersebut yang telah lama menantikan fasilitas ibadah yang lebih representatif.
Proyek pembangunan ini masuk dalam subkegiatan Pembangunan, Pemanfaatan, Pelestarian, dan Pembongkaran Bangunan Gedung untuk Kepentingan Strategis Daerah Kabupaten/Kota.
Pekerjaan dilaksanakan melalui paket Pembangunan/Peningkatan Gereja Prima, dengan nilai kontrak mencapai Rp8.965.293.700, bersumber dari APBD Kutum Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Karya Inti Bumi Konstruksi, sementara pengawasan teknis dipercayakan kepada CV Kalitcons Desain. Durasi pengerjaan ditetapkan selama 45 hari kalender, sehingga seluruh tahapan harus berlangsung dengan tempo cepat namun terukur sesuai standar bangunan gedung.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutum, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa pembangunan gereja ini merupakan prioritas pemerintah dalam mendukung fasilitas keagamaan masyarakat.
“Ini adalah salah satu proyek strategis daerah. Gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas pembinaan dan sosial bagi jemaat Toraja di Sangatta,” ungkapnya.
Joni menegaskan bahwa kualitas bangunan merupakan aspek yang paling ditekankan kepada kontraktor pelaksana. “Waktu memang hanya 45 hari, tetapi kami sudah menekankan bahwa kualitas tidak boleh dikompromikan. Seluruh material dan metode konstruksi harus mengikuti dokumen teknis,” tambahnya.
Pembangunan gereja tahap pertama ini akan difokuskan pada struktur utama bangunan yang meliputi pondasi, kolom, balok, serta konstruksi dasar lainnya. Desain bangunan juga disiapkan untuk dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya secara bertahap sesuai kebutuhan jemaat.
Selain memperkuat aktivitas ibadah, gedung gereja ini diharapkan menjadi pusat kegiatan budaya dan sosial masyarakat Toraja yang berada di kawasan tersebut. Keberadaannya akan menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus tempat pertemuan komunitas.
PUPR Kutim memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan setiap hari untuk mencegah terjadinya deviasi kualitas maupun keterlambatan teknis. Konsultan pengawas diwajibkan melaporkan progres secara berkala dan memastikan keselamatan kerja di lapangan sesuai standar K3.
Dengan dimulainya pembangunan ini, jemaat Toraja Jemaat Prima Sangatta menyambut baik komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas ibadah yang layak dan modern. Proyek ini diharapkan dapat selesai sesuai waktu sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan bangunan tersebut.(ADV)






