Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Posyantek Dirombak Jadi Pusat Inovasi Desa, DPMD Kukar Genjot Pembentukan dan Penguatan Lembaga TTG - katanusantara.com

Posyantek Dirombak Jadi Pusat Inovasi Desa, DPMD Kukar Genjot Pembentukan dan Penguatan Lembaga TTG

0

Rapat penguatan TTG di Kukar (Istimewa)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser paradigma lama terkait Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek). Lembaga yang sebelumnya identik dengan urusan kepengurusan di atas kertas kini didorong menjadi laboratorium inovasi desa—pusat lahirnya teknologi tepat guna yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi dan keseharian warga.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar menilai penguatan kelembagaan Posyantek menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian teknologi di tingkat desa dan kelurahan. Terlebih, sebagian besar masyarakat masih salah memahami fungsi lembaga tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap Posyantek sebatas jabatan atau struktur organisasi semata.

“Posyantek bukan sekadar kepengurusan, bukan soal jabatan atau nominal. Lembaga ini dibentuk untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang bisa membantu kegiatan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tegas Asmi, Senin (20/10/2025).

Salah satu tantangan besar adalah menurunnya minat inovasi warga desa. Banyaknya bantuan alat pertanian dan sarana modern dari pemerintah membuat masyarakat merasa cukup sebagai pengguna, bukan pencipta atau pengembang teknologi.

“Bantuan alat memang membantu, tapi secara tidak langsung mengurangi semangat inovasi masyarakat. Posyantek ini yang kami dorong untuk menjadi ruang kreatif agar warga kembali berinovasi,” ujar Asmi.

Melalui Posyantek, masyarakat didorong untuk mengembangkan alat sederhana yang sesuai kebutuhan lokal—mulai dari alat pengolahan pangan, teknologi air bersih, hingga peralatan produktif yang dapat menunjang UMKM desa.

Meski sudah terbentuk puluhan Posyantek, sebarannya belum merata di seluruh desa dan kelurahan Kukar. Karena itu, DPMD melakukan kunjungan rutin ke tingkat kecamatan untuk mendorong percepatan pembentukan lembaga tersebut.

“Masih banyak desa yang belum memiliki Posyantek. Kami keliling ke 20 kecamatan untuk mengingatkan agar pembentukan dan penataan lembaga ini menjadi prioritas,” jelas Asmi.

Kunjungan ini juga memastikan bahwa Posyantek yang sudah terbentuk tidak berhenti sebagai lembaga formal, tetapi benar-benar menjalankan fungsi pendampingan dan pelayanan teknologi kepada masyarakat.

Menurut Asmi, Posyantek memegang peran strategis sebagai jembatan antara teknologi dan kebutuhan lokal masyarakat.

Lembaga ini bukan hanya tempat memanfaatkan alat, tetapi juga wadah mengembangkan inovasi berbasis potensi desa, pusat pembinaan teknologi sederhana, ruang belajar teknologi bagi pemuda dan pelaku UMKM, bahkan laboratorium kreatif untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Penataan Posyantek ini sangat penting. Selain membantu masyarakat dalam hal teknologi, juga menjadi ruang tumbuhnya inovasi dari akar rumput,” tegasnya.

DPMD Kukar berharap penguatan Posyantek mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dari masyarakat yang memiliki nilai tambah bagi ekonomi desa. Dengan Posyantek yang aktif, desa dapat memiliki kemandirian teknologi dan tidak hanya mengandalkan bantuan eksternal.

“Ke depan kami ingin Posyantek menjadi pusat inovasi yang hidup, bukan lembaga formalitas. Semua demi kemandirian ekonomi masyarakat desa,” tutupnya. (Adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *