Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Pertanian Hidroponik Samboja Barat Tumbuh Pesat, Petani Harapkan Dukungan Lebih - katanusantara.com

Pertanian Hidroponik Samboja Barat Tumbuh Pesat, Petani Harapkan Dukungan Lebih

0
Camat Samboja Barat, Burhanuddin (Istimewa)

TENGGARONG – Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menjadi pusat pertanian hidroponik yang membanggakan. Dengan pasokan mencapai 80 persen kebutuhan sayuran hidroponik di Pasar Balikpapan, Samboja Barat semakin diakui di tingkat regional.

Di samping hidroponik, kawasan Karya Merdeka, Sungai Merdeka, dan Salopi Laut juga menjadi andalan dalam produksi tomat, timun, cabai, dan pepaya California.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menuturkan bahwa pertanian kini menjadi penggerak ekonomi warga. Petani tergabung dalam kelompok tani seperti Rawa Lombor ataupun menjalankan usaha mandiri.

“Kalau harga lagi bagus, bisa untung besar. Tapi kami tetap khawatir soal harga yang fluktuatif dan ketergantungan pada tengkulak,” ungkap Burhanuddin, Senin (7/4/2025).

Meski prestasi pertanian terus meningkat, harapan besar masih ditujukan pada realisasi kerja sama dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Kelompok Tani Rawa Lombor menjadi contoh nyata bagaimana semangat kolektif mampu membawa perubahan ekonomi di Samboja Barat. Namun, petani tetap membutuhkan dukungan sarana prasarana untuk mempertahankan dan memperluas produksi.

Pemerintah kecamatan pun terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi agar potensi pertanian ini bisa maksimal.

“Kalau semua potensi ini bisa didukung dengan infrastruktur yang memadai, Samboja Barat punya semua syarat untuk menjadi lumbung pangan Kaltim,” tegasnya. (Adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *