Buka Musda VI KAHMI Kukar, Aulia Rahman Basri Tekankan Peran Alumni dalam Penguatan SDM dan Pembangunan

Foto : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri Buka Musda KAHMI Kukar Ke VI (Red)
KATANUSANTARA.COM – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar, di Pendopo Odah Etam, Senin (16/2/2025).
Agenda tersebut menjadi ajang konsolidasi alumni dalam merumuskan arah kontribusi organisasi bagi daerah.
Dalam arahannya, Aulia menyoroti urgensi kaderisasi sebagai pilar utama lahirnya kepemimpinan yang tangguh.
“Keberlanjutan organisasi maupun daerah sangat ditentukan oleh kualitas proses pembinaan generasi penerus,” kata Aulia.
Aulia membagikan kisah awal pengabdiannya selepas menamatkan studi kedokteran pada 2009. Alih-alih berkarier di kota besar, ia memilih kembali ke daerah dengan tekad mengabdi kepada masyarakat.
Langkah itu membawanya terlibat dalam berbagai aktivitas sosial, khususnya di sektor kesehatan. Ia pernah mengambil peran dalam program penanggulangan HIV/AIDS serta kegiatan advokasi kesehatan masyarakat bersama instansi terkait, bahkan dipercaya memimpin sejumlah proyek lapangan.
Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hadir begitu saja. Dukungan dan kepercayaan para senior organisasi menjadi faktor penting yang membuka jalan pengabdiannya.
“Kalau seandainya waktu itu saya tidak dilaporkan kepada senior dan tidak dipikirkan untuk diberi ruang, mungkin hari ini perjalanan saya akan berbeda,” tuturnya.
Pengalaman tersebut, lanjut Aulia, menjadi bukti nyata bahwa kaderisasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan proses strategis membentuk kapasitas dan arah kepemimpinan seseorang.
Ia juga mengingatkan pentingnya merawat ingatan kolektif organisasi. Baginya, sejarah adalah sumber pembelajaran yang menentukan kualitas langkah ke depan.
“Sejarah tidak boleh kita lupakan. Dari sejarah itu kita bisa melihat, belajar, dan mengembangkan diri lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aulia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus. Pemerintah daerah, kata dia, memandang forum tersebut sebagai ruang penting melahirkan gagasan serta rekomendasi strategis.
Ia berharap alumni Himpunan Mahasiswa Islam dapat terus mengambil bagian dalam proses pembangunan, baik melalui pemikiran, advokasi kebijakan, maupun kerja-kerja sosial di tengah masyarakat.
Dalam perspektif pemerintahan, Aulia menegaskan pembangunan tidak dapat ditopang satu pihak saja. Diperlukan kemitraan kuat antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni.
Selain itu, ia turut menyinggung efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berdasarkan evaluasi, sejumlah bantuan usaha dan pertanian dinilai belum optimal karena lemahnya pendampingan.
Ia menilai pendekatan pembangunan semestinya meniru pola kaderisasi organisasi dimulai dari pembinaan, penguatan kapasitas, lalu pemberian dukungan material.
“Kita tidak bisa berharap hasil yang baik jika tidak didahului proses yang baik. Di organisasi kemahasiswaan pun demikian, semua harus melalui tahapan kaderisasi,” tegasnya.
Di penghujung sambutan, Aulia mengajak seluruh peserta Musda menjaga soliditas dan semangat pengabdian. Ia berharap setiap keputusan yang lahir dari forum tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga apa yang kita lakukan menjadi bagian dari pengabdian dan bernilai ibadah,” pungkasnya. (*)






