Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Kaliorang Guncang Perang Besar Anti-Stunting: Seluruh Desa Bergerak, Perusahaan & Lanal Turun Tangan - katanusantara.com

Kaliorang Guncang Perang Besar Anti-Stunting: Seluruh Desa Bergerak, Perusahaan & Lanal Turun Tangan

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Upaya memutus rantai stunting di Kecamatan Kaliorang mulai memasuki fase yang lebih agresif. Pemerintah kecamatan menguatkan model intervensi terpadu dengan melibatkan berbagai pihak di luar pemerintahan desa untuk mempercepat perbaikan gizi anak dan keluarga berisiko.

Menurut Camat Kaliorang, Rusmono, setiap desa kini tidak hanya menjalankan program mandiri, tetapi juga terhubung dengan jaringan kerja yang lebih luas agar intervensinya tidak berjalan parsial.

“Untuk Kecamatan Kaliorang, setiap desa punya program penanganan stunting. Kami juga bangun kolaborasi dengan pihak perusahaan dan Lanal untuk mempercepat penanganan ini,” kata Rusmono.

Ia menegaskan bahwa pola kerja seperti ini tidak pernah dilakukan sebelumnya, dan kini diharapkan mampu mempersempit gap kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang berada dalam kategori rawan.

Keterlibatan perusahaan dan Lanal disebut membawa angin segar karena memungkinkan pendistribusian bantuan berlangsung lebih sistematis. Selain itu, koordinasi lintas instansi memperkuat data lapangan sehingga sasaran bantuan menjadi lebih tepat.

Pada saat yang sama, pemerintah kecamatan terus mengawasi agar setiap program tidak hanya berupa kegiatan seremonial, melainkan menyentuh langsung akar persoalan yang selama ini menghambat perkembangan anak.

Salah satu dukungan paling dirasakan adalah bantuan sembako yang diberikan secara berkala kepada keluarga yang masuk kategori rentan pangan. Intervensi pangan dasar ini terbukti membantu menjaga stabilitas nutrisi balita.

Meski demikian, kecamatan menekankan bahwa penurunan angka stunting tidak cukup hanya mengandalkan bantuan, melainkan membutuhkan perubahan perilaku, pendampingan, serta edukasi jangka panjang kepada orang tua.

“Kolaborasi ini membuka langkah percepatan, tapi yang terpenting adalah kebiasaan keluarga dalam menjaga gizi dan pola makan anak harus terus dibimbing,” lanjut Rusmono.

Dengan kombinasi program desa, dukungan instansi luar, serta edukasi yang diperkuat, Kecamatan Kaliorang menargetkan angka stunting dapat ditekan lebih cepat dari proyeksi awal pemerintah daerah.

Pemerintah kecamatan memastikan pola kerja kolaboratif seperti ini akan terus berlanjut dan diperluas, sehingga Kaliorang tidak hanya mencapai target penurunan stunting, tetapi benar-benar keluar dari zona rawan dalam beberapa tahun ke depan.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *