Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Anak Muda Diinstruksikan Ambil Peran Strategis di Pertanian untuk Kesejahteraan Berkelanjutan - katanusantara.com

Anak Muda Diinstruksikan Ambil Peran Strategis di Pertanian untuk Kesejahteraan Berkelanjutan

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menginstruksikan generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Peningkatan kebutuhan pangan nasional dan tingginya potensi lahan pertanian di Kutim diyakini menjadi peluang besar bagi anak muda masuk ke dunia pertanian.

Selama ini sebagian besar pelaku pertanian masih didominasi kelompok usia tua sehingga keberlanjutan sektor pangan dikhawatirkan akan terancam tanpa regenerasi.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan percepatan pelibatan anak muda dalam kegiatan budidaya hingga pengolahan hasil pertanian.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa peran strategis anak muda diperlukan untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

“Anak muda harus hadir di pertanian, karena masa depan pangan ada pada mereka, kalau generasi muda tidak terlibat, sektor ini akan kehilangan tenaga penggeraknya,” ujarnya.

Pemerintah kini memperkuat layanan penyuluhan, pelatihan lapangan, dan bimbingan teknis kepada kelompok tani pemuda.

Pembinaan diarahkan untuk membantu generasi muda memahami teknik pertanian modern, manajemen usaha tani, dan inovasi teknologi pertanian.

Keterlibatan milenial juga dianggap berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan rantai usaha dari hulu hingga hilir.

Ardiansyah menyebut bahwa tujuan utama pelibatan generasi muda adalah terciptanya kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Meningkatkan produksi bukan hanya persoalan pangan, tetapi tentang kesejahteraan keluarga petani dan anak muda dapat membawa sektor ini ke arah yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Selain pembinaan, Pemkab Kutim mulai memfasilitasi kemudahan akses permodalan dan bantuan alat pertanian modern untuk kelompok tani muda.

Dengan terus tumbuhnya minat anak muda di sektor pertanian, pemerintah optimistis kesenjangan regenerasi dapat teratasi.

Kutim bertekad menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, inovatif, dan mampu menopang kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *