Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Plt Camat Sangatta Selatan Tekankan Sinergi Lingkungan dan Ekonomi dalam Pembangunan - katanusantara.com

Plt Camat Sangatta Selatan Tekankan Sinergi Lingkungan dan Ekonomi dalam Pembangunan

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Pembangunan di Sangatta Selatan kini diarahkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE menilai sinergi dua aspek ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan di wilayah yang sebagian besar masih berupa kawasan hijau.

Ia menjelaskan, sektor ekonomi masyarakat Sangatta Selatan bertumpu pada pertanian, perikanan, dan usaha mikro. Namun, karena berada di sekitar kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), kegiatan ekonomi tersebut harus disesuaikan agar tidak merusak lingkungan.

“Kalau pembangunan hanya fokus pada ekonomi tanpa memperhatikan alam, nanti justru merugikan kita sendiri. Harus seimbang antara pemanfaatan dan pelestarian,” tegas Rusmiati.

Ia juga menyebut bahwa program ekonomi kerakyatan seperti penguatan UMKM dan koperasi pariwisata akan menjadi fokus utama pemerintah kecamatan.

Dengan begitu, masyarakat dapat tumbuh mandiri tanpa mengandalkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

“Kita ingin ekonomi tumbuh dari kreativitas masyarakat, bukan dari kerusakan alam,” ujarnya.

Selain itu, Rusmiati mendorong perusahaan di wilayah tersebut untuk menyalurkan CSR-nya ke program lingkungan produktif, seperti penghijauan dan edukasi pertanian organik.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diyakininya dapat menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Ia berharap, Sangatta Selatan bisa menjadi contoh bagaimana pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan.

“Kalau kita kelola dengan bijak, alam memberi kita hasil yang lebih banyak tanpa harus dirusak,” pungkasnya.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *