Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Pemkab Kutim Mantapkan Pembangunan TPST, Siapkan Sistem Sanitary Landfill di TPA Baru - katanusantara.com

Pemkab Kutim Mantapkan Pembangunan TPST, Siapkan Sistem Sanitary Landfill di TPA Baru

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin memantapkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang terhubung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru berteknologi sanitary landfill. Sistem ini diharapkan menjadi fondasi utama pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berorientasi ekonomi sirkular.

Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, menjelaskan bahwa keberadaan TPST akan mengubah paradigma lama tentang sampah.

“Selama ini kita buang semua sampah ke TPA, padahal yang bisa diolah cukup banyak. Dengan TPST, kita bisa memilah dan mengolah sampah agar punya nilai ekonomi sebelum dibuang,” jelasnya.

TPST direncanakan menjadi tempat pengolahan modern yang memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sedangkan anorganik seperti plastik dan logam akan dikirim ke industri daur ulang. “Tujuan akhirnya, residu yang masuk ke TPA hanya sekitar 30 persen,” ujarnya.

Sementara itu, sistem sanitary landfill di TPA baru akan memastikan proses pembuangan berjalan aman tanpa mencemari tanah atau udara. Sistem ini menggunakan lapisan pelindung dan pengumpulan gas metana untuk mencegah risiko lingkungan.

“TPA kita ke depan bukan lagi tempat buang sampah, tapi bagian dari rantai ekonomi sirkular. Sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan baru akan masuk ke sana dengan standar tinggi,” terang Noviari.

Selain aspek teknis, pembangunan TPST juga melibatkan sosialisasi ke masyarakat agar memahami pentingnya pemilahan sejak dari rumah tangga. Pemerintah menilai perubahan perilaku masyarakat adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Pemerintah menilai bahwa kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya akan membuat sistem pengelolaan menjadi jauh lebih efisien.

Oleh karena itu, edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam pembangunan TPST, agar kesadaran warga tumbuh seiring dengan peningkatan fasilitas pengelolaan sampah yang modern.

Ia menegaskan, Pemkab Kutim berkomitmen menjadikan pengelolaan sampah sebagai sektor prioritas pembangunan. “Sampah bukan masalah, tapi potensi. Dengan sistem modern, Kutim bisa jadi daerah contoh di Kalimantan Timur,” pungkas Noviari Noor.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *