Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Satpol PP Kutim Gencar Tertibkan Boneka Manusia di Perempatan, Ingatkan Pentingnya Ketertiban Publik - katanusantara.com

Satpol PP Kutim Gencar Tertibkan Boneka Manusia di Perempatan, Ingatkan Pentingnya Ketertiban Publik

0

KATANUSANTARA.COM, KUTAI TIMUR – Fenomena boneka manusia atau manekin hidup yang beraksi di beberapa lampu merah di Sangatta masih menjadi sorotan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut karena dinilai melanggar ketertiban umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah berulang kali menertibkan para pelaku. Bahkan, sejumlah di antaranya sudah diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Sudah sering kami tindak. Kami juga telah menyita atribut yang digunakan. Namun karena mereka biasanya beraksi di hari libur, masih saja muncul pelaku baru,” ujar Fata.

Menurutnya, aksi seperti ini bukan hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mengandung unsur risiko keselamatan karena dilakukan di tengah jalan.

“Kami sangat khawatir terhadap keselamatan mereka sendiri dan pengendara lain. Apalagi ada yang menari di dekat kendaraan berhenti,” tambahnya.

Satpol PP menegaskan akan terus melakukan patroli khusus di titik-titik lampu merah untuk mencegah kegiatan serupa terulang. Upaya ini juga disertai pendekatan persuasif agar masyarakat tidak lagi mendukung atau memberi uang kepada pelaku.

“Fenomena ini muncul karena ada yang memberi. Jadi kami imbau masyarakat untuk tidak memberi di jalan. Lebih baik disalurkan lewat lembaga sosial yang resmi,” tegas Fata.

Penertiban ini juga menjadi bagian dari program menjaga wajah kota agar tertib, aman, dan nyaman dipandang. Pemerintah daerah ingin memastikan ruang publik dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Selain penindakan, Satpol PP juga bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk memberikan pembinaan dan mencari solusi alternatif bagi para pelaku yang kesulitan ekonomi.

“Kami tidak hanya menindak, tapi juga membantu agar mereka bisa diarahkan pada pekerjaan yang lebih layak,” pungkasnya.(ADV)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *