Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the covernews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/katanusa/domains/katanusantara.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Sumber Sari Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat BUMDes, Andalkan Sampah dan Pasar - katanusantara.com

Sumber Sari Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat BUMDes, Andalkan Sampah dan Pasar

0

TENGGARONG – Tak lagi hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Desa Sumber Sari di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menapaki jalan kemandirian ekonomi. Melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bina Sejahtera,” desa ini sukses mengubah dua masalah klasik—sampah dan keterbatasan ruang ekonomi—menjadi sumber pendapatan dan pelayanan masyarakat.

BUMDes Bina Sejahtera fokus pada dua unit usaha sederhana namun strategis: jasa angkut sampah dan pengelolaan pasar desa. Langkah ini, pelan tapi pasti, mulai menunjukkan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan warga.

Kepala Desa Sumber Sari, Tri Wahyudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini tidak lagi menjadi beban, melainkan potensi pendapatan yang nyata. Layanan angkut sampah BUMDes telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mengurangi masalah kebersihan di desa.

“Alhamdulillah, BUMDes-nya sudah berjalan. Memang masih ada kendala di manajemen awal, tapi itu sudah kita benahi. Kami juga sudah mendapat pendampingan dari Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Insya Allah ke depannya akan lebih baik,” ujar Tri Wahyudi, mengonfirmasi perkembangan positif tersebut.

Selain jasa angkut sampah, BUMDes juga mengelola pasar desa, meraup pendapatan dari penyewaan lapak. Pasar ini tidak hanya menambah kas desa, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi baru yang terstruktur bagi pedagang lokal.

“Kami sewakan tempat dan bantu jaga kebersihannya. Ini bukan sekadar mencari untung, tetapi juga bentuk pelayanan prima kepada warga dan pedagang,” tambahnya.

Meskipun unit usahanya tergolong sederhana, Kades Tri Wahyudi memandang ini sebagai pondasi krusial untuk membangun ekonomi desa yang tangguh dan mandiri. Ia optimis, dengan pengelolaan yang profesional, BUMDes akan menjadi motor penggerak kesejahteraan utama bagi warga Sumber Sari.

Menariknya, di fase awal operasional, BUMDes Bina Sejahtera sempat mendapatkan pendampingan teknis dan manajerial dari pihak ketiga.

“Dulu sempat ada pendampingan selama enam bulan dari IRE (Lembaga Riset dan Kajian Isu-Isu Sosial). Itu sangat krusial dan membantu kami menyusun sistem pengelolaan yang saat ini menjadi acuan operasional kami,” kenang Tri.

Tri Wahyudi juga membuka lebar pintu kolaborasi dengan berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, hingga sektor korporasi. “Kami sangat butuh sinergi. Kalau semua pihak ikut membantu, BUMDes ini bisa berkembang pesat menjadi sumber PAD yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa Dinas PMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menegaskan BUMDes adalah instrumen vital penggerak ekonomi desa.

“Kami siap dampingi BUMDes Bina Sejahtera. BUMDes ini bukan sekadar lembaga usaha, melainkan jantung ekonomi desa. Sinergi dari semua pihak, termasuk swasta, sangat diperlukan agar desa semakin mandiri,” ujar Elvandar.

Elvandar berharap BUMDes Bina Sejahtera dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kukar, khususnya dalam hal keberanian untuk memulai inisiatif ekonomi dari potensi lokal yang paling mendasar.

“Kita butuh lebih banyak desa seperti Sumber Sari yang berani bergerak, walau dengan keterbatasan. Keberanian memulai inilah yang akan menjadi cikal bakal kemandirian desa yang sesungguhnya,” tutupnya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *