Wakil Bupati Kukar Puji Semangat Para Atlet Disabilitas

0
30 okt 26 (kanus) - news 3

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin bersama atlet-atlet disabilitas yang akan mengikuti kejuaraan provinsi. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, memberikan apresiasi terhadap semangat dan antusiasme para atlet disabilitas yang terus menunjukkan kemampuan serta prestasinya di berbagai kejuaraan olahraga.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan atlet disabilitas, termasuk melalui rencana perbaikan fasilitas sekretariat pada tahun mendatang.

Rendi menyampaikan bahwa atlet disabilitas menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam mempersiapkan kontingen Kukar menghadapi berbagai kejuaraan olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia menerangkan, dukungan terhadap para atlet tidak cukup hanya diberikan melalui motivasi dan penghargaan atas prestasi.

Ketersediaan fasilitas yang memadai juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas serta pengembangan kemampuan mereka.

Ia mengungkapkan, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah sekretariat atlet disabilitas yang berada di kawasan Tenggarong Seberang.

Rencana perbaikan fasilitas tersebut telah dibahasnya bersama Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kukar.

“Tadi kami bisik-bisik dengan Pak Kejari dan Pak Bupati, memang yang jadi perhatian itu adalah sekretariat untuk atlet disabilitas yang ada di seberang. Mungkin akan kita lakukan perbaikan tahun depan,” ucap dia usai pelepasan ribuan atlet pada Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa fasilitas sekretariat yang sudah tersedia memerlukan adanya kebutuhan pembenahan agar dukungan terhadap para atlet disabilitas dapat semakin ditingkatkan.

Rendi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah selama ini telah memberikan kelengkapan peralatan olahraga untuk menunjang aktivitas atlet disabilitas.

Bahkan, lanjut dia, Kukar memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan peralatan dibandingkan daerah lain di Kaltim.

Salah satu peralatan yang menjadi perhatian adalah kursi roda khusus untuk cabang olahraga balap atau racing wheelchair.

Peralatan tersebut berbeda dari kursi roda untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari karena dirancang secara khusus untuk menunjang kecepatan dan kebutuhan atlet dalam perlombaan.

“Dari semua kabupaten/kota, baru Kukar yang punya alat yang lengkap untuk atlet disabilitas. Termasuk kursi roda yang untuk lari itu, baru Kukar yang punya dari semua kabupaten/kota di Kaltim,” ungkapnya.

Selain dukungan fasilitas, Rendi mengapresiasi capaian prestasi para atlet disabilitas Kukar yang telah menunjukkan hasil membanggakan.

Ia menyebutkan bahwa kemampuan para atlet tidak hanya terlihat dalam kompetisi tingkat daerah, tetapi juga telah menjangkau ajang olahraga yang lebih tinggi.

Menurutnya, atlet disabilitas Kukar telah memiliki catatan partisipasi dan prestasi pada berbagai kejuaraan, termasuk ajang olahraga tingkat nasional hingga internasional seperti Paralympic.

Capaian tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan agar potensi yang dimiliki para atlet dapat berkembang dan menghasilkan prestasi lebih baik pada kompetisi berikutnya.

Rendi berharap perhatian terhadap fasilitas, perlengkapan, dan kebutuhan atlet dapat terus berjalan seiring dengan semangat para atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan para atlet membawa nama daerah memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar penghargaan materi.

Meski pemerintah daerah berkomitmen memberikan bonus kepada atlet berprestasi, Rendi menekankan pentingnya menjaga semangat bertanding serta kehormatan Kukar dalam setiap kejuaraan yang diikuti.

Baginya, keikutsertaan atlet disabilitas merupakan bagian penting dari perjuangan seluruh kontingen Kukar untuk menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat provinsi maupun ajang olahraga berikutnya.

“Semangat terus. Bonus itu masalah angka, tapi Kutai Kartanegara masalah harga diri. Jadi, jaga harga diri Kutai Kartanegara di kancah provinsi utamanya, dan di kancah-kancah event selanjutnya,” pungkasnya. (adv)

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *