Pemkab Titip Empat Pesan untuk Pengurus IKA PMII Kukar

0
21 okt 26 (kanus) - news 3

Pelantikan pengurus IKA PMII Kukar. (Kata Nusantara)

KATANUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menitipkan empat pesan kepada pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kukar agar mampu menjadi mitra strategis pembangunan daerah, menjaga nilai-nilai organisasi, menghadirkan program kerja berdampak, serta mempertahankan integritas dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kukar, Ahmad Taufik Hidayat saat pelantikan pengurus IKA PMII Kukar, Rabu (21/10/2026).

Ia menekankan pentingnya peran alumni PMII dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi pemikiran, kepedulian sosial, dan keterlibatan langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Pertama, Ahmad Taufik meminta IKA PMII Kukar menjadikan organisasi alumni tersebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan pemikiran kritis, gagasan segar, serta energi dari berbagai kalangan, termasuk para alumni PMII yang memiliki pengalaman intelektual dan sosial.

Ia menilai kontribusi IKA PMII dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas daerah.

Dalam program Kukar Cerdas dan Berdaya, misalnya, alumni PMII diharapkan berperan melalui sumbangan pemikiran dan kontribusi intelektual.

Sementara itu, pada program Kukar Sejahtera, para alumni harus mampu menghidupkan kembali kepekaan sosial dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan terlibat dalam kegiatan pemberdayaan.

Adapun dalam program Kukar Berbudaya, IKA PMII juga harus turut ikut menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas organisasi.

Kedua, ia mengingatkan para pengurus agar tetap berakar pada nilai-nilai dasar yang ditanamkan selama menjadi kader PMII.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi harus menjadi landasan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, yang berarti moderat, seimbang, toleran, dan adil, perlu terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam mengambil keputusan organisasi.

Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga karakter alumni PMII agar tetap mengedepankan sikap terbuka, menghargai perbedaan, dan menjunjung keadilan dalam menjalankan pengabdian.

Ketiga, Ahmad Taufik menekankan bahwa upaya membangun daerah harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang terukur, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama lima tahun kepengurusan mendatang.

Ia mendorong IKA PMII Kukar menyusun agenda yang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjawab persoalan masyarakat melalui berbagai langkah konkret.

Di antaranya pendampingan masyarakat, advokasi kebijakan publik, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan karakter bagi generasi muda, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui program tersebut, IKA PMII diharapkan dapat memperkuat peran organisasi alumni sebagai bagian dari elemen masyarakat yang turut mendorong kemajuan daerah.

Keempat, ia mengingatkan seluruh pengurus yang dilantik agar menjaga integritas serta nama baik PMII dan IKA PMII.

Organisasi, lanjut dia, harus tetap menjadi ruang pengabdian bersama dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun politik praktis.

Karena itu, para pengurus harus mampu menjaga persatuan, membangun kolaborasi, dan memastikan setiap langkah organisasi berorientasi pada kepentingan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Kukar.

“Kekuatan IKA PMII justru ada pada keberagaman anggotanya yang disatukan oleh satu nilai, yaitu pengabdian,” pungkasnya.

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *