Rendi Solihin Dorong Perusahaan Terlibat Majukan Pariwisata Daerah

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Kata Nusantara)
KATANUSANTARA.COM – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mendorong perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut untuk terlibat secara nyata dalam memajukan sektor pariwisata.
Ia menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, perangkat daerah, dan Dinas Pariwisata.
Rendi mendorong penerapan konsep One Company, One Festival, yakni setiap perusahaan besar di Kukar ikut menyelenggarakan kegiatan atau festival yang dapat menjadi daya tarik wisata di wilayah operasionalnya.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan diperlukan agar pengembangan pariwisata dapat berlangsung lebih luas dan tidak hanya bertumpu pada anggaran serta program pemerintah daerah.
“One Company, One Festival itu wajib dilaksanakan di Kutai Kartanegara untuk membantu bukan hanya dinas yang bekerja, bukan hanya OPD yang bekerja, bukan hanya pemerintah yang bekerja, tapi juga perusahaan ikut berkontribusi secara nyata untuk bidang pariwisata di Kutai Kartanegara, khususnya yang ada 20 kecamatan,” kata Rendi, Rabu (30/9/2026).
Rendi mencontohkan perusahaan Bayan yang menurutnya tidak hanya menyelenggarakan kegiatan festival olahraga di Balikpapan, tetapi juga perlu menghadirkan kegiatan serupa di wilayah Kukar, khususnya daerah yang menjadi wilayah operasional perusahaan.
“Kita kasih contoh, Bayan. Bayan jangan hanya bikin acara festival olahraga di Balikpapan, tapi juga Bayan harus bikin di Tabang,” ujarnya.
Menurut Rendi, perusahaan yang beroperasi di Kukar memiliki ruang untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah, termasuk melalui pengembangan kegiatan yang dapat menjadi daya tarik wisata.
Ia menegaskan, dorongan tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu perusahaan. Sejumlah perusahaan besar lainnya yang menjalankan kegiatan usaha di Kukar juga diharapkan mengambil peran dalam pengembangan pariwisata.
“Dan masih banyak perusahaan-perusahaan besar lainnya di Kutai Kartanegara yang wajib hukumnya juga berkontribusi nyata untuk festival ataupun untuk kegiatan-kegiatan yang menimbulkan objek pariwisata di Kutai Kartanegara itu sendiri,” tegasnya.
Rendi menyatakan optimistis terhadap masa depan sektor pariwisata Kukar. Menurutnya, pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
“Sangat optimis, pariwisata itu penopang ekonomi paling besar nanti pada akhirnya,” katanya.
Optimisme tersebut tidak hanya diarahkan pada penyelenggaraan festival, tetapi juga bagaimana setiap wilayah di Kukar memiliki agenda dan daya tarik yang mampu mendatangkan masyarakat maupun wisatawan.
Dengan 20 kecamatan yang memiliki karakteristik dan potensi masing-masing, Rendi melihat pengembangan pariwisata dapat dilakukan secara lebih merata melalui kegiatan berbasis wilayah.
Terkait realisasi konsep One Company, One Festival, Rendi menjelaskan bahwa gagasan tersebut masih dalam tahap awal setelah pemerintah daerah mendapatkan arahan untuk mendorong keterlibatan perusahaan.






