Prof. Steffen LDE Apresiasi Sambutan Hangat Unikarta dalam Kunjungan Akademik

Foto : Rektor Unikarta Prof. Ince Raden bersama Prof. Dr. Steffen Nijhuis ketua tim konsorsium Universitas Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Belanda. (Red)
KATANUSANTARA.COM – Faculty of Architecture and the Built Environment, TU Delft, yang tergabung dalam tim konsorsium Univercity Leiden–Delft–Erasmus (LDE) Belanda, Prof. Dr. Steffen Nijhuis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) saat melakukan kunjungan akademik bersama Universitas Mulawarman (Unmul), Rabu (4/2/2026).
Menurut Steffen, sambutan yang diberikan oleh Rektor Unikarta, Prof. Dr Ince Raden, beserta jajaran pimpinan universitas mencerminkan keterbukaan dan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi.
Ia menyampaikan penghargaan secara khusus atas inisiasi yang dilakukan pihak Unikarta dalam membuka ruang dialog dan kerja sama dengan institusi pendidikan dari luar negeri.
Steffen menegaskan bahwa kegiatan kunjungan ini tidak dimaksudkan untuk memandang perguruan tinggi lokal semata sebagai mitra lokal. Sebaliknya, institusi lokal memiliki peran penting dalam membangun kerja sama yang lebih luas.
“Pada prinsipnya, semua pihak perlu bekerja sama, termasuk membuka ruang keterlibatan institusi dari luar negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pada hari ini dapat diibaratkan seperti menanam sebuah biji. Meski kecil di awal, namun secara bertahap akan tumbuh dan berkembang menjadi sesuatu yang besar di masa depan.
Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran kepada generasi muda, khususnya mahasiswa yang turut dilibatkan dalam kegiatan akademik tersebut.
Dalam konteks global, Steffen menilai membangun kolaborasi bukanlah hal yang sulit. Namun, kolaborasi tersebut akan lebih efektif ketika dimulai dari sesuatu yang kecil dan bersifat lokal.
Ia menekankan bahwa tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.
“Dengan melihat dan mengalami secara langsung, pembelajaran yang diterima akan memberikan dampak yang jauh lebih besar,” katanya.
Lebih lanjut, Steffen menyebutkan bahwa LDE telah memiliki pengalaman bekerja sama dengan berbagai universitas lokal. Namun, dalam bidang arsitektur lanskap dan lingkungan binaan, dibutuhkan proses serta waktu yang tidak singkat.
“Oleh karena itu, kami membutuhkan waktu dan berharap waktu tersebut akan segera datang agar kerja sama ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)






