<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Festival Erau Adat Kutai 2026 Archives - katanusantara.com</title>
	<atom:link href="https://katanusantara.com/tag/festival-erau-adat-kutai-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://katanusantara.com/tag/festival-erau-adat-kutai-2026/</link>
	<description>Portal Berita Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2026 16:10:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://katanusantara.com/wp-content/uploads/2024/04/cropped-cropped-Untitled-1-1-32x32.png</url>
	<title>#Festival Erau Adat Kutai 2026 Archives - katanusantara.com</title>
	<link>https://katanusantara.com/tag/festival-erau-adat-kutai-2026/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Erau Ditutup, Dilanjutkan HUT Kota Tenggarong Ke-244</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/27/erau-ditutup-dilanjutkan-hut-kota-tenggarong-ke-244/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/27/erau-ditutup-dilanjutkan-hut-kota-tenggarong-ke-244/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 16:10:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo #Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5708</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Erau Adat Kutai 2026 resmi menutup rangkaian pelaksanaannya pada Minggu, 27 September 2026....</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/erau-ditutup-dilanjutkan-hut-kota-tenggarong-ke-244/">Erau Ditutup, Dilanjutkan HUT Kota Tenggarong Ke-244</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Erau Adat Kutai 2026 resmi menutup rangkaian pelaksanaannya pada Minggu, 27 September 2026.</p>
<p>Namun, berakhirnya pesta adat tersebut sekaligus menjadi pengantar menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong ke-244 yang jatuh pada 28 September 2026.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah mengatakan, momentum pergantian dari rangkaian Erau menuju peringatan hari jadi Kota Tenggarong harus menjadi pengingat bersama untuk menjaga daerah yang menjadi tempat tinggal masyarakat saat ini maupun di masa mendatang.</p>
<p>Menurut Heriansyah, usia Kota Tenggarong yang telah mencapai 244 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan sejarah.</p>
<p>Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan sosial dan keamanan daerah.</p>
<p>Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p>“Sudah sepantasnya kita bersama menjaga kondusivitas kantibmas, sehingga Bupati Kutai Kartanegara dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).</p>
<p>Upaya tersebut, kata Heriansyah, pada akhirnya diarahkan untuk mendukung cita-cita pembangunan daerah dalam menciptakan kehidupan masyarakat Kukar yang sejahtera dan berbahagia.</p>
<p>“Untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbahagia,” tuturnya.</p>
<p>Heriansyah menggunakan momentum penutupan Erau untuk menggambarkan perjalanan pembangunan Kukar yang masih panjang.</p>
<p>Menurutnya, berbagai langkah yang telah ditempuh pemerintah dan masyarakat menunjukkan adanya gerak bersama, tetapi proses tersebut belum sampai pada titik akhir.</p>
<p>“Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, belum sampai pada garis akhir. Maka tidak ada alasan untuk berhenti bergerak sejenak,” tegasnya.</p>
<p>Ia mengibaratkan perjalanan ke depan masih menghadirkan berbagai tantangan.</p>
<p>Angin yang kencang, ombak yang lebih besar dan rintangan yang lebih tinggi menjadi gambaran bahwa pembangunan membutuhkan ketekunan serta kemampuan untuk terus beradaptasi.</p>
<p>“Ke depan masih ada angin yang kencang, ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi,” katanya.</p>
<p>Bagi Heriansyah, semangat bergerak tersebut juga perlu diterapkan dalam pembangunan kebudayaan.</p>
<p>Kukar memiliki kekayaan adat dan budaya yang menurutnya merupakan bagian dari jati diri masyarakat sekaligus bagian dari identitas bangsa.</p>
<p>Penutupan Erau tidak dipandang sebagai akhir dari aktivitas kebudayaan. Justru, momentum tersebut menjadi pengingat agar pelestarian budaya dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya muncul ketika festival atau ritual adat berlangsung.</p>
<p>Heriansyah mengatakan, pemerintah dan masyarakat perlu terus membangun ekosistem budaya di Kabupaten Kukar.</p>
<p>Kekayaan adat yang dimiliki daerah menjadi modal sosial yang perlu dijaga bersama.</p>
<p>“Dan kita terus bergerak untuk wujudkan ekosistem budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara, karena kita mempunyai adat budaya yang sangat tinggi, yang luhur, bagian dari jati diri bangsa kita,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.</p>
<p>Kebersamaan menjadi kekuatan dalam menjaga budaya sekaligus menjalankan pembangunan daerah.</p>
<p>“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” yang menjadi kekuatan kita untuk membangun negeri yang kita cintai menuju hari esok yang lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Mengingat Kembali Sumpah Tanah Kutai<br />
Dalam kesempatan tersebut, Heriansyah juga mengajak masyarakat melakukan refleksi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.</p>
<p>Ia mengutip salah satu pasal dalam Undang-Undang Panji Selaten Kesultanan Kutai Kartanegara yang memuat sumpah Tanah Kutai.</p>
<p>&#8220;Untuk menjadi muhasabah diri kita sendiri, disebutkan bahwa di dalamnya termaktub sumpah Tanah Kutai. Siapa-siapa yang di Tanah Kutai dan teluk rantau-nya minum air dan diam berusaha dalam daerahnya, tidak menjunjung akan hukum ini, ini akan dihukum oleh Tanah Kutai serta adatnya,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/erau-ditutup-dilanjutkan-hut-kota-tenggarong-ke-244/">Erau Ditutup, Dilanjutkan HUT Kota Tenggarong Ke-244</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/27/erau-ditutup-dilanjutkan-hut-kota-tenggarong-ke-244/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heriansyah Apresiasi Seluruh Dukungan Penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/27/heriansyah-apresiasi-seluruh-dukungan-penyelenggaraan-erau-adat-kutai-2026/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/27/heriansyah-apresiasi-seluruh-dukungan-penyelenggaraan-erau-adat-kutai-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 13:44:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5702</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah menyampaikan apresiasi kepada...</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/heriansyah-apresiasi-seluruh-dukungan-penyelenggaraan-erau-adat-kutai-2026/">Heriansyah Apresiasi Seluruh Dukungan Penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) Heriansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026.</p>
<p>Apresiasi itu disampaikan Heriansyah saat rangkaian puncak Erau Adat Kutai 2026 yang ditandai dengan prosesi Ngulur Naga dan Belimbur, Minggu (27/9/2026).</p>
<p>Tahun ini, Erau mengangkat tema “Raja Menjamu Rakyatnya”, yang membawa masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tradisi adat tersebut.</p>
<p>“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Erau tahun ini,” kata Heriansyah.</p>
<p>Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Bupati Kukar beserta jajaran serta unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>“Atas dukungan secara langsung hingga terlaksananya Erau Adat Kutai tahun 2026 yang mengusung ‘Raja Menjamu Rakyatnya’,” ujarnya.</p>
<p>Heriansyah menjelaskan, Ngulur Naga dan Belimbur bukan sekadar rangkaian kegiatan penutup.</p>
<p>Kedua prosesi tersebut menjadi penanda puncak pelaksanaan ritual adat dalam Erau Kutai 2026.</p>
<p>Ia berharap seluruh prosesi dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib, sekaligus tetap menjaga keberadaan adat lawas masyarakat Kutai sebagaimana yang telah diwariskan.</p>
<p>“Kita semua berharap agar prosesi Ngulur Naga dan Belimbur ini dapat terlaksana dengan lancar, aman, tertib, sembari melestarikan adat lawas suku Kutai sebagaimana yang diadatkan,” tuturnya.</p>
<p>Menurut Heriansyah, pelaksanaan ritual tersebut juga menjadi kesempatan untuk memahami kembali nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara.</p>
<p>Bagi masyarakat, pelestarian tradisi tidak hanya dilakukan dengan menjalankan prosesi, tetapi juga dengan memahami makna yang menyertainya.</p>
<p>“Dan memetik hikmah terdalam dari prosesi sebagaimana nilai-nilai kesakralan adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah tumbuh dan berkembang,” lanjutnya.</p>
<p>Dalam penjelasannya, Heriansyah menyebut prosesi Ngulur Naga dalam rangkaian Erau berkaitan dengan napak tilas munculnya Putri Karang Melenu.</p>
<p>Prosesi tersebut diwujudkan melalui pengarakkan replika naga laki dan naga bini dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Tenggarong menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.</p>
<p>“Prosesi Ngulur Naga ialah mengarak replika naga laki dan naga bini dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang berada di Kecamatan Tenggarong menuju ke Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana,” jelas Heriansyah.</p>
<p>Perjalanan replika kedua naga tersebut tidak langsung menuju Kutai Lama. Dalam perjalanan, rombongan singgah di kawasan Batang Aji, Samarinda Seberang. Tempat tersebut menjadi lokasi untuk berkenyawa atau beristirahat sejenak sebelum perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kutai Lama.</p>
<p>Tubuh Naga Dilarung ke Sungai Mahakam<br />
Setibanya di Desa Kutai Lama, prosesi berlanjut pada lokasi yang memiliki kaitan dengan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara.</p>
<p>“Di mana berdirinya Negeri Jahitan Layar, Ibu Kota Kerajaan Kutai Kartanegara, di mana tubuh replika naga laki dan bini dilarungkan ke Sungai Mahakam di Kutai Lama,” ujarnya.</p>
<p>Namun, tidak seluruh bagian replika naga dilarungkan.</p>
<p>“Sementara kepala dan ekor replika naga akan disemayamkan kembali di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara,” sambungnya.</p>
<p>Belimbur sebagai Prosesi Penyucian Diri<br />
Setelah Ngulur Naga, rangkaian puncak Erau dilanjutkan dengan prosesi Belimbur.</p>
<p>Heriansyah menjelaskan, Belimbur merupakan prosesi adat yang memiliki makna penyucian diri Sultan Kutai Kartanegara dari pengaruh jahat.</p>
<p>Prosesi tersebut diawali oleh Sultan dengan menggunakan air tuli atau air suci yang berasal dari Perayun Kutai Lama.</p>
<p>“Sultan dengan memercikkan tubuhnya menggunakan air tuli atau air suci dari Perayun Kutai Lama, dengan mayang pinang serta memercikkan air tuli keempat penjuru mata angin,” jelas Heriansyah.</p>
<p>Prosesi kemudian berlanjut ketika Sultan memercikkan air kepada kerabat dan orang-orang terdekatnya.</p>
<p>Dalam perkembangannya, ritual tersebut juga diikuti masyarakat Kutai Kartanegara dan para pengunjung yang hadir dalam pelaksanaan Erau.</p>
<p>“Ritual ini pula secara bersama-sama oleh masyarakat Kutai Kartanegara dan para pengunjung untuk mendapatkan penyucian diri dan perlindungan diri dari unsur-unsur jahat, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud,” pungkas Heriansyah.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/heriansyah-apresiasi-seluruh-dukungan-penyelenggaraan-erau-adat-kutai-2026/">Heriansyah Apresiasi Seluruh Dukungan Penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/27/heriansyah-apresiasi-seluruh-dukungan-penyelenggaraan-erau-adat-kutai-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Penutup Erau Adat Kutai 2026</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/27/mengulur-naga-dan-belimbur-jadi-penutup-erau-adat-kutai-2026/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/27/mengulur-naga-dan-belimbur-jadi-penutup-erau-adat-kutai-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 13:37:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo #Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#Kesultanan Kutai Ing Martadipura]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5697</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Mengulur Naga dan Belimbur menjadi rangkaian penutup Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung...</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/mengulur-naga-dan-belimbur-jadi-penutup-erau-adat-kutai-2026/">Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Penutup Erau Adat Kutai 2026</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Mengulur Naga dan Belimbur menjadi rangkaian penutup Erau Adat Kutai 2026 yang berlangsung di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).</p>
<p>Prosesi tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian Erau setelah sejumlah ritual dan kegiatan adat dilaksanakan sejak pembukaan.</p>
<p>Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengatakan, rangkaian hari terakhir Erau diawali dengan prosesi mengulur naga dan dilanjutkan dengan sejumlah prosesi adat lainnya hingga ditutup melalui Belimbur.</p>
<p>Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan Erau Adat Kutai 2026 dapat berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<p>“Hari ini kita melaksanakan kegiatan hari terakhir Erau mengulur naga dan beberapa prosesi lainnya ditutup dengan Belimbur. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dari tadi pagi sampai sekarang. Sekarang kita sudah melaksanakan Belimbur,” kata Aulia, Minggu (27/9/2026).</p>
<p>Bagi Aulia, Belimbur tidak sekadar menjadi bagian akhir dari rangkaian Erau. Tradisi tersebut memiliki filosofi tentang penyucian diri dan saling membersihkan antara satu dengan yang lain.</p>
<p>Karena itu, ia berharap makna yang terkandung dalam Belimbur tidak berhenti ketika rangkaian Erau selesai. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Mudah-mudahan, sekali lagi, dengan kegiatan Belimbur ini yang filosofinya itu menyucikan diri, saling membersihkan diri satu dengan yang lain, bisa benar-benar terwujud di dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pesan tersebut menjadi salah satu hal penting yang dapat dibawa masyarakat setelah Erau Adat Kutai 2026 berakhir.</p>
<p>Tradisi tidak hanya hadir sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.</p>
<p>Aulia juga melihat Erau sebagai momentum untuk mengingat perjalanan panjang sejarah daerah. Keberadaan Erau, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kutai dan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.</p>
<p>Ia menyebut pelaksanaan Erau menjadi pengingat bahwa pembangunan sebuah daerah merupakan proses panjang yang berlangsung lintas generasi.</p>
<p>“Erau mengingatkan kepada kita bahwa daerah ini tidak satu dua hari dibangun,” katanya.</p>
<p>Ia menyebut, sejarah panjang itu menjadi alasan bagi masyarakat dan pemerintah untuk menjaga daerah Kukar secara bersama-sama.</p>
<p>“Mengingatkan kepada kita semua bahwa adanya Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan bagian dari Kabupaten Kutai pada dulunya dan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu,” lanjutnya.</p>
<p>Karena itu, keberadaan Erau tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dirawat. Semangat tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan Kukar ke depan.</p>
<p>Aulia berharap semangat yang muncul selama pelaksanaan Erau dapat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus bekerja membangun Kukar.</p>
<p>Ia menilai sejarah panjang yang tercermin dalam Erau semestinya menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan daerah. Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk mempertahankan identitas serta nilai budaya yang telah diwariskan.</p>
<p>“Sehingga kita wajib menjaga daerah kita dengan semangat Erau Adat Kutai 2026,” tegas Aulia.</p>
<p>Antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Aulia selama pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026. Ia mengaku senang melihat masyarakat ikut menikmati berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.</p>
<p>Menurutnya, keterlibatan masyarakat tersebut sejalan dengan tema Erau tahun ini, yakni “Raja Menjamu Rakyatnya.”</p>
<p>“Kita sangat senang sekali melihat masyarakat menikmati Erau sesuai dengan tema kita, ‘Raja Menjamu Rakyatnya’,” pungkas Aulia.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/27/mengulur-naga-dan-belimbur-jadi-penutup-erau-adat-kutai-2026/">Mengulur Naga dan Belimbur Jadi Penutup Erau Adat Kutai 2026</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/27/mengulur-naga-dan-belimbur-jadi-penutup-erau-adat-kutai-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispar Kukar Sebut Beseprah Dapat Tingkatkan Daya Tarik Wisata</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/25/dispar-kukar-sebut-beseprah-dapat-tingkatkan-daya-tarik-wisata/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/25/dispar-kukar-sebut-beseprah-dapat-tingkatkan-daya-tarik-wisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 14:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5664</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai tradisi beseprah dalam rangkaian Erau...</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/25/dispar-kukar-sebut-beseprah-dapat-tingkatkan-daya-tarik-wisata/">Dispar Kukar Sebut Beseprah Dapat Tingkatkan Daya Tarik Wisata</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai tradisi beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya tarik pariwisata di Tenggarong.</p>
<p>Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan beseprah merupakan kegiatan tahunan yang rutin diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.</p>
<p>Menurutnya, beseprah memiliki makna budaya yang kuat karena masyarakat duduk dan makan bersama tanpa membedakan kedudukan maupun status sosial.</p>
<p>“Ya, itu memang kegiatan tahunan. Kami dari OPD biasanya selalu mengikuti kegiatan tersebut setiap tahun,” kata Awang Agus, Jumat (25/9/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, istilah beseprah berasal dari kata “seprah”, yakni kain putih yang dihamparkan sebagai alas untuk makanan.</p>
<p>“Jadi, berseprah artinya makan dengan menggunakan kain seprah sebagai alas, yang biasanya dilakukan secara bersama-sama,” jelasnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar makan bersama, tradisi tersebut memiliki filosofi tentang kesetaraan.</p>
<p>Setiap orang duduk dalam posisi yang sama dan menikmati hidangan yang sama.</p>
<p>“Filosofinya juga tentang kesetaraan. Semua duduk sama rendah, tidak ada yang berada di atas. Kebersamaan menjadi hal yang ditonjolkan dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Awang Agus, nilai tersebut tercermin dari keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan beseprah, termasuk Sultan dan masyarakat yang duduk bersama dalam satu ruang kebersamaan.</p>
<p>“Mau Sultan maupun masyarakat, semuanya duduk bersama dan menyantap makanan yang sama,” katanya.</p>
<p>Tidak hanya warga lokal, pelaksanaan beseprah tahun ini juga mendapat perhatian dari masyarakat di luar Tenggarong.</p>
<p>Sejumlah warga dari Samarinda turut datang karena penasaran dan ingin mengikuti langsung tradisi tersebut.</p>
<p>Awang Agus menyambut positif antusiasme masyarakat dari daerah tetangga tersebut.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran warga dari luar Kukar menunjukkan bahwa informasi mengenai pelaksanaan Erau dan beseprah mulai menjangkau masyarakat yang lebih luas.</p>
<p>“Alhamdulillah kami menyambut baik karena promosi yang kita lakukan sebelumnya bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Ia mengatakan, Tenggarong memiliki wilayah sekitar yang berpotensi menjadi sumber kunjungan wisatawan.</p>
<p>“Tidak hanya masyarakat Tenggarong, kita juga punya daerah tetangga seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, serta wilayah lainnya,” katanya.</p>
<p>Menurut Awang Agus, tradisi seperti beseprah dapat menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kukar.</p>
<p>Selain menyaksikan rangkaian kegiatan Erau, wisatawan dapat melihat sekaligus merasakan secara langsung tradisi budaya yang masih dipertahankan masyarakat Kutai.</p>
<p>Karena itu, Dispar Kukar berharap kegiatan budaya yang menjadi bagian dari Erau dapat terus dikemas dan dipromosikan secara luas sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan.</p>
<p>“Kegiatan seperti ini kita harapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Tenggarong,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/25/dispar-kukar-sebut-beseprah-dapat-tingkatkan-daya-tarik-wisata/">Dispar Kukar Sebut Beseprah Dapat Tingkatkan Daya Tarik Wisata</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/25/dispar-kukar-sebut-beseprah-dapat-tingkatkan-daya-tarik-wisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Kukar Puji Antusias Masyarakat Sambut Beseprah</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/24/disdikbud-kukar-puji-antusias-masyarakat-sambut-beseprah/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/24/disdikbud-kukar-puji-antusias-masyarakat-sambut-beseprah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 11:46:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kukar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5652</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kukar memuji antusiasme masyarakat dalam mengikuti prosesi...</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/24/disdikbud-kukar-puji-antusias-masyarakat-sambut-beseprah/">Disdikbud Kukar Puji Antusias Masyarakat Sambut Beseprah</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kukar memuji antusiasme masyarakat dalam mengikuti prosesi beseprah yang menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026.</p>
<p>Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, beseprah merupakan salah satu tradisi yang mempertemukan Sultan dengan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.</p>
<p>“Duduk bersama tanpa membedakan ada yang berpangkat atau tidak ada yang berpangkat. Semuanya duduk bersama bersila, yang itu tujuannya adalah silaturahmi dan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar dia, Kamis (24/9/2026).</p>
<p>Dalam pelaksanaan beseprah, masyarakat disuguhi berbagai makanan yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner khas Kutai.</p>
<p>Heriansyah menyebut hidangan yang disajikan terdiri atas makanan ringan hingga makanan berat dengan beragam jenis. Seluruh hidangan tersebut dinikmati bersama oleh masyarakat yang hadir.</p>
<p>“Makanan yang disuguhkan ini pertama makanan-makanan yang ciri khas Kutai. Tadi kita melihat ada kue, kemudian ada makanan berat, bermacam-macam,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Heriansyah, jamuan tersebut tidak diperuntukkan hanya bagi kalangan tertentu.</p>
<p>Seluruh masyarakat yang hadir mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati hidangan dalam suasana kebersamaan.</p>
<p>“Memang itu disuguhkan tidak hanya para pejabat, tidak hanya para pengusaha, tetapi seluruh masyarakat yang juga turun bersama tanpa membedakan mana itu pejabat, mana itu masyarakat,” katanya.</p>
<p>Konsep tersebut, lanjut dia, mencerminkan nilai kesetaraan yang menjadi salah satu pesan penting dalam tradisi beseprah.</p>
<p>“Yang punya makna berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,” tegas Heriansyah.</p>
<p>Heriansyah menilai beseprah bukan sekadar agenda tahunan dalam rangkaian Erau, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kukar dan diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>“Alhamdulillah, ini merupakan agenda tahunan dan ini sebuah tradisi turun-temurun yang telah mengakar di masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, yang harapannya ini mampu menciptakan sebuah ekosistem kebudayaan,” tuturnya.</p>
<p>Menurut dia, ketika ekosistem kebudayaan tersebut semakin kuat, masyarakat akan memiliki rasa kepemilikan terhadap seluruh rangkaian Erau.</p>
<p>“Jadi kalau sudah ini menjadi sebuah ekosistem kebudayaan, maka Erau ini tidak hanya milik Kesultanan, tidak hanya milik para pejabat, tetapi seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara merasa memiliki,” tuturnya.</p>
<p>Pelaksanaan beseprah tahun ini juga menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Masyarakat tidak lagi ditempatkan terpisah dari para pimpinan, melainkan duduk dalam satu tenda dan berhadapan langsung dengan unsur pimpinan daerah dan Kesultanan.</p>
<p>Heriansyah menjelaskan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan sebelumnya.</p>
<p>Tahun ini, sistem, mekanisme, dan tata kelola diperbaiki agar makna Erau dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.</p>
<p>“Kita memaknai bahwa tahun ini, tahun kemarin kita evaluasi dan tahun ini kita perbaiki sistem dan mekanismenya, tata kelolanya agar makna Erau itu benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Heriansyah, makna menjamu rakyat tidak hanya diwujudkan melalui makanan yang disajikan.</p>
<p>“Kebetulan tahun ini temanya Raja Menjamu Rakyatnya, yang mana memang tidak hanya dalam bentuk jamuan makan, tetapi juga dalam bentuk hiburan dan komunikasi dan lain sebagainya,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/24/disdikbud-kukar-puji-antusias-masyarakat-sambut-beseprah/">Disdikbud Kukar Puji Antusias Masyarakat Sambut Beseprah</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/24/disdikbud-kukar-puji-antusias-masyarakat-sambut-beseprah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian Pariwisata Apresiasi Erau Masuk Top 100 KEN</title>
		<link>https://katanusantara.com/2026/09/20/kementerian-pariwisata-apresiasi-erau-masuk-top-100-ken/</link>
					<comments>https://katanusantara.com/2026/09/20/kementerian-pariwisata-apresiasi-erau-masuk-top-100-ken/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 12:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Diskominfo Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Adv #Diskominfo #Kukar]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival Erau Adat Kutai 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://katanusantara.com/?p=5602</guid>

					<description><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Kementerian Pariwisata memberikan apresiasi atas masuknya Festival Erau Adat Kutai 2026 dalam jajaran...</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/20/kementerian-pariwisata-apresiasi-erau-masuk-top-100-ken/">Kementerian Pariwisata Apresiasi Erau Masuk Top 100 KEN</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KATANUSANTARA.COM – Kementerian Pariwisata memberikan apresiasi atas masuknya Festival Erau Adat Kutai 2026 dalam jajaran Top 100 Karisma Event Nusantara (KEN).</p>
<p>Capaian tersebut menjadi peluang bagi Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat posisi kebudayaan dan pariwisatanya di tingkat nasional hingga internasional.</p>
<p>Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono mengatakan bahwa masuknya Erau dalam KEN merupakan hasil dari proses kurasi terhadap ribuan event pariwisata yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>“Erau masuk Top 100 Event pada Karisma Event Nusantara. Jadi, dari 3.600 kita kurasi dengan para pakar. Ini masuk 125 event dan alhamdulillah Festival Erau Adat Kutai 2026 bisa masuk, dan mudah-mudahan ke depan bisa tetap dipertahankan,” ujar dia, Minggu (20/9/2026).</p>
<p>Ia memuji Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pemerintah Kabupaten Kukar, tokoh budaya, serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam menjaga keberlangsungan Erau.</p>
<p>“Hari ini dengan bangga kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kesultanan, kemudian Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, seluruh tokoh budaya, sehingga Erau bisa masuk di jajaran Top 100 Karisma Event Nusantara,” kata Dwi.</p>
<p>Menurut dia, masuknya Erau dalam KEN bukan hanya menjadi pengakuan terhadap kekayaan budaya Kukar, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar apabila event tersebut mampu menarik wisatawan dari luar daerah dan mancanegara.</p>
<p>Ia mengungkapkan, berdasarkan kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Litbang Kompas pada tahun sebelumnya, 125 event yang masuk dalam KEN menghasilkan perputaran uang yang mencapai Rp7,1 triliun.</p>
<p>“Tahun kemarin kita kerja sama dengan Litbang Kompas. Dari 125 Karisma Event Nusantara, itu spending of money-nya, Pak, perputaran uangnya Rp7,1 triliun,” ungkapnya.</p>
<p>Karena itu, Dwi berharap Erau tidak hanya menjadi kegiatan yang dinikmati masyarakat lokal.</p>
<p>Ia mendorong agar event tersebut dikembangkan menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.</p>
<p>“Harapan kami juga sama nanti di Kutai Kartanegara. Karena event ini bukan hanya jeruk minum jeruk, yang datang hanya orang Kutai, nginepnya di rumah, makannya di rumah,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Erau harus mampu menjadi event berkualitas yang membuat wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uang mereka selama berada di Kukar.</p>
<p>“Harapan kami ke depan, Pak Bupati, ini adalah event yang berkualitas sehingga banyak wisatawan yang hadir. Mereka akan membelanjakan uangnya di Kutai Kartanegara dan mereka akan lama tinggal dan nginap di Kutai Kartanegara,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga melihat Erau memiliki keunggulan yang tidak dimiliki seluruh event pariwisata.</p>
<p>Menurutnya, Erau tidak sekadar festival hiburan, melainkan ruang yang mempertemukan tradisi, sejarah dan masyarakat.</p>
<p>“Festival atau adat Erau ini bukan hanya sekadar festival biasa, tapi merupakan ruang perjumpaan antara tradisi masyarakat, perjalanan sejarah yang panjang, Kutai Kartanegara, dan juga kolaborasi semua pihak,” katanya.</p>
<p>Dwi memaparkan data mengenai perjalanan wisatawan mancanegara ke Indonesia.</p>
<p>Ia menyebut pada 2025 terdapat sekitar 520 juta pencarian mengenai Indonesia dari total populasi dunia yang disebutnya mencapai sekitar 8 miliar jiwa.</p>
<p>Namun, tidak semua orang yang mencari informasi kemudian benar-benar merencanakan perjalanan ke Indonesia.</p>
<p>“Jadi sudah cari-cari, kepo-kepo lah. Tapi hanya 10 persen atau 52 juta yang mulai merencanakan perjalanan wisata ke Indonesia, ke Bali, ke Kalimantan Timur, ke Berau dan lain-lain,” tuturnya.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, ia menyebut sekitar 15,3 juta wisatawan asing yang benar-benar melakukan perjalanan ke Indonesia.</p>
<p>Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan yang disebutnya berkisar 1.500 hingga 2.000 dolar AS, kunjungan wisatawan mancanegara tersebut dinilai memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi Indonesia.</p>
<p>“Dari 15,3 juta wisata asing yang datang ke Indonesia dengan rata-rata spending of money 1.500 sampai 2.000 USD, itu bisa menghasilkan Rp319,5 triliun untuk Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Dwi kemudian menguraikan lima alasan utama yang menurutnya mendorong wisatawan memilih Indonesia sebagai destinasi.</p>
<p>Pertama, kata dia, adalah budaya. Ia menyebut budaya kini menjadi daya tarik yang sangat penting bagi wisatawan, bahkan sebelum faktor alam dan pantai.</p>
<p>Karena itu, menurut Dwi, keputusan menjadikan Erau sebagai salah satu magnet pariwisata Kukar dinilai sejalan dengan karakter wisatawan yang mencari pengalaman budaya.</p>
<p>“Sehingga sudah tepat, kebutuhan untuk memilih budaya Erau ini menjadi magnet untuk wisatawan datang ke Kutai Kartanegara,” katanya.</p>
<p>Faktor kedua yang disebut Dwi adalah kuliner. Ia menyinggung popularitas makanan Indonesia di dunia, termasuk sate, soto dan nasi goreng.</p>
<p>Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mengidentifikasi serta mengembangkan kuliner khas daerah agar tidak sekadar menjadi makanan yang disajikan kepada wisatawan.</p>
<p>“Silakan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, cari kuliner khasnya sini apa,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Dwi, kuliner lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari <em>travel pattern</em> atau pola perjalanan wisata.</p>
<p>Wisatawan tidak hanya datang untuk mencicipi makanan, tetapi juga dapat dilibatkan dalam proses pembuatannya.</p>
<p>“Tidak hanya dijual dalam bentuk sajian, tapi menjadi pola perjalanan wisata atau <em>travel pattern</em>. Sehingga mereka datang, ikut masak, sampai dengan menikmati,” jelasnya.</p>
<p>Konsep tersebut, lanjut dia, berpotensi meningkatkan pengeluaran wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Kukar.</p>
<p>“<em>Spending of money</em>-nya pasti akan lebih banyak karena <em>length of stay</em>-nya akan panjang,” sebut dia.</p>
<p>Faktor ketiga adalah event. Menurut Dwi, keberadaan agenda budaya seperti Erau dapat menjadi alasan khusus bagi wisatawan untuk memilih sebuah daerah sebagai tujuan perjalanan.</p>
<p>“Orang datang ke Indonesia itu karena event-event kayak gini. Kenapa saya ke Kutai Kartanegara? Karena ada event Erau,” ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, keberadaan Erau dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi Kukar lainnya. Pekerjaan berikutnya, menurut Dwi, adalah memastikan wisatawan yang datang tidak hanya menghadiri acara, tetapi juga menikmati budaya, alam dan kehidupan masyarakat setempat.</p>
<p>“Jadi event itu menjadi magnet untuk orang yang datang. Tinggal nanti PR-nya Pak Bupati bagaimana mereka bisa lama dan menikmati indahnya budaya dan juga alam serta masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://katanusantara.com/2026/09/20/kementerian-pariwisata-apresiasi-erau-masuk-top-100-ken/">Kementerian Pariwisata Apresiasi Erau Masuk Top 100 KEN</a> appeared first on <a href="https://katanusantara.com">katanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://katanusantara.com/2026/09/20/kementerian-pariwisata-apresiasi-erau-masuk-top-100-ken/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
